Jejak KataWisata dan Kuliner

Ayam Bakar Kukun Beda Rasa: Sambelnya Nendang, Gurihnya Bikin Nagih

×

Ayam Bakar Kukun Beda Rasa: Sambelnya Nendang, Gurihnya Bikin Nagih

Sebarkan artikel ini
Proses pembakaran Ayam Bakar Kukun Beda Rasa di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang | Foto: Dok. Dymar Tegar Putria

KULINER — Di Perempatan Lampu Merah Rajeg, Kabupaten Tangerang, ada aroma ayam bakar yang sulit diabaikan. Asap mengepul dari atas drum, membawa wangi rempah yang perlahan meresap ke dalam daging ayam. Namanya Ayam Bakar Kukun Beda Rasa, kedai milik Teh Enok di Jalan Raya Kukun.

Bukan sekadar nama, beda rasa di kedai ini punya rahasia. Ayam tidak langsung berhadapan dengan api besar. Dagingnya dibakar perlahan dengan teknik menyerupai pengasapan. Jarak bara dan ayam dibuat tidak terlalu dekat, sehingga proses pematangan berlangsung lebih lama.

Hasilnya, permukaan ayam cenderung kering, sementara bumbu rempah meresap hingga ke dalam daging. Lemak dan kadar air berkurang selama proses pembakaran, menyisakan sensasi gurih dengan aroma asap yang khas.

Teh Enok menyediakan dua pilihan ayam, yakni ayam kampung dan ayam negeri. Keduanya menjadi buruan pelanggan. Dalam sehari, kedainya bisa menjual 100 ekor ayam pada hari biasa. Ketika Minggu atau libur nasional, jumlahnya melonjak hingga 250 ekor.

“Kalau hari biasa paling seratus ekor, tapi kalau Minggu atau hari libur tanggal merah bisa sampai dua ratus lima puluh ekor,” kata Teh Enok.

Ayam bakar tentu belum lengkap tanpa sambal. Di sini, pelanggan bisa memilih beberapa varian sambal sesuai selera. Tinggal tentukan tingkat keberanian menghadapi pedas. Salah pilih sambal, keringat bisa mengucur alias gobyos.

Bagi yang ingin variasi, tersedia pula pepes ikan mas, pecak bandeng, hingga sop iga. Pilihan yang membuat kedai ini tak melulu soal ayam bakar.

Di Ayam Bakar Kukun Beda Rasa, rahasia kelezatan rupanya bukan hanya pada bumbu. Ada kesabaran menjaga bara, mengatur jarak api, dan membiarkan asap bekerja perlahan. Di atas drum sederhana, ayam kampung dan ayam negeri menemukan cara berbeda untuk memanjakan lidah. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *