JEJAK KATA, Nagekeo — Laut utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, bergoyang pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 4,2 pada pukul 19.03.42 WIB.
Menurut data BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 39 kilometer sebelah utara Mbay-Nagekeo. Gempa tersebut berada pada koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 121,44 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengategorikan peristiwa tersebut sebagai gempa dirasakan. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran gempa berpotensi lebih mudah dirasakan dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa yang sumbernya jauh lebih dalam.
Pada peta BMKG, episentrum gempa ditandai berada di wilayah perairan utara Pulau Flores. Titik tersebut berada tidak jauh dari kawasan Nagekeo.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan gempa bumi susulan.
Peringatan itu menjadi catatan penting karena gempa bumi merupakan fenomena yang dapat diikuti aktivitas seismik lanjutan. Meski demikian, munculnya gempa susulan tidak serta-merta berarti akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Hingga data yang ditampilkan BMKG pada pukul 19.03.42 WIB tersebut, informasi yang tersedia mencatat parameter utama berupa magnitudo 4,2, kedalaman 10 kilometer, serta lokasi episentrum di laut sekitar 39 kilometer utara Mbay-Nagekeo.
Gempa kembali mengingatkan bahwa wilayah Nusa Tenggara berada di kawasan yang aktif secara tektonik. Bagi warga, kewaspadaan menjadi lebih berguna ketimbang kepanikan: mengenali jalur evakuasi, menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh saat guncangan, serta mengikuti informasi dari sumber resmi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa bumi susulan. (*
Sumber: BMKG






