JEJAK KATA, Serang — Pergantian jabatan di tubuh Polri selalu membawa harapan baru. Namun, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan seorang pejabat kepolisian bukanlah pangkat atau riwayat jabatan, melainkan rasa aman, kepastian hukum, dan pelayanan yang mereka rasakan sehari-hari.
Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri.
Nama Zain tidak asing bagi masyarakat Tangerang. Ia pernah menjabat Kapolresta Tangerang dan Kapolres Metro Tangerang Kota. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami dinamika keamanan di wilayah dengan aktivitas industri, perdagangan, transportasi, dan permukiman yang padat.
Kini, lingkup tanggung jawabnya meluas ke tingkat provinsi. Banten menghadapi beragam persoalan keamanan, mulai dari peredaran narkoba, pencurian kendaraan bermotor, aksi premanisme, hingga gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Di luar penindakan kejahatan, pekerjaan yang tak kalah penting adalah memastikan laporan warga ditangani secara profesional. Kecepatan merespons pengaduan, keterbukaan informasi, dan kepastian tindak lanjut menjadi bagian dari pelayanan yang dinilai langsung oleh masyarakat.
Polisi juga dituntut menjaga keseimbangan antara ketegasan penegakan hukum dan pendekatan humanis. Penegakan hukum yang adil tidak semestinya membedakan latar belakang ekonomi, status sosial, maupun kedekatan seseorang dengan kekuasaan.
Sebagai Wakapolda, Zain memiliki peran membantu Kapolda dalam koordinasi dan pengawasan pelaksanaan tugas kepolisian. Pengalaman di Tangerang diharapkan mendukung pemahaman terhadap karakteristik masyarakat Banten serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Namun, pengalaman panjang dan pergantian jabatan tidak otomatis menjawab persoalan keamanan. Publik tetap membutuhkan bukti berupa penanganan perkara yang transparan, pelayanan yang tidak berbelit-belit, serta tindakan yang terukur terhadap gangguan keamanan.
Kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian pun tidak tumbuh hanya melalui pernyataan atau program kerja. Kepercayaan dibangun dari konsistensi tindakan, keterbukaan terhadap pengawasan, dan keberanian menindak pelanggaran sesuai hukum.
Penunjukan Zain Dwi Nugroho menjadi momentum untuk memperkuat kinerja Polda Banten. Tantangannya bukan sekadar menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, melainkan memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, warga tidak hanya menunggu siapa yang menduduki jabatan Wakapolda. Mereka menanti hasil kerja yang bisa dirasakan: lingkungan lebih aman, laporan ditangani dengan serius, dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. (*






