Jejak KataLiputan

Penataan Jalan Kiasnawi Kota Tangerang, Penumpang KRL Menanti Trotoar

×

Penataan Jalan Kiasnawi Kota Tangerang, Penumpang KRL Menanti Trotoar

Sebarkan artikel ini
Suasana Kawasan Kiasnawi yang akan dilaksanakan penataan trotoar di sepanjang Jalan Kiasnawi, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang | Sumber: Diskominfo Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang — Akses menuju Stasiun Tangerang masih menjadi perhatian penumpang KRL Commuter Line. Kepadatan kendaraan, pedagang kaki lima (PKL), dan parkir liar di Jalan Kiasnawi dinilai mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Rencana penataan kawasan pun mendapat dukungan dari pengguna transportasi publik.

Eri Supriyadi, penumpang KRL asal Tangerang, mengatakan penataan Jalan Kiasnawi diperlukan untuk menyediakan ruang yang lebih layak bagi pejalan kaki sekaligus memperlancar mobilitas di sekitar stasiun.

“Saya hampir setiap hari memanfaatkan kereta untuk bekerja, jadi tahu betul bagaimana kondisinya akses menuju Stasiun Tangerang. Kalau pagi sangat ruwet, bahkan macet di mana-mana,” ujar Eri saat ditemui di Stasiun Tangerang, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia mendukung rencana penertiban PKL dan parkir liar yang menggunakan ruang jalan. Menurut dia, penataan tersebut diharapkan membuat pejalan kaki lebih leluasa dan angkutan umum, seperti angkot, dapat melintas dengan lebih lancar.

Dukungan serupa disampaikan Lisa Lustina, penumpang KRL yang setiap hari bepergian ke Jakarta untuk bekerja. Warga Kutabumi, Kabupaten Tangerang, itu menilai pembangunan trotoar di depan stasiun penting untuk memperbaiki akses keluar-masuk penumpang.

“Saya menyambut baik adanya rencana pembangunan trotoar di depan Stasiun Tangerang. Kalau bisa, rencana ini tidak hanya jadi wacana, tapi bisa direalisasikan secepatnya supaya kami semua bisa keluar masuk stasiun dengan nyaman tanpa gangguan,” kata Lisa.

Pemerintah Kota Tangerang berencana memulai pembangunan fisik trotoar di Jalan Kiasnawi pada November–Desember 2026. Berdasarkan rencana yang disampaikan, trotoar tersebut akan memiliki lebar 3,5 meter dan panjang sekitar 280 meter.

Penataan kawasan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas pejalan kaki, tetapi juga mendukung ketertiban lalu lintas dan akses menuju pusat kegiatan ekonomi di sekitarnya, termasuk Pasar Anyar. Namun, pelaksanaannya akan bergantung pada realisasi pembangunan serta penataan PKL dan parkir yang selama ini menggunakan ruang jalan.

Bagi penumpang KRL, keberadaan trotoar yang memadai bukan sekadar urusan mempercantik kawasan stasiun. Jalur pedestrian yang aman, bebas hambatan, dan terhubung dengan angkutan umum merupakan bagian penting dari perjalanan sehari-hari. Rencana penataan Jalan Kiasnawi kini menunggu pembuktian: apakah ruang bagi pejalan kaki benar-benar dapat diwujudkan, bukan hanya dijanjikan. (*

Tinggalkan Balasan