JEJAK KATA, Jakarta — TransNusa menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Singapura menjadi empat kali sehari. Penambahan ini dilakukan setelah maskapai tersebut sebelumnya menaikkan frekuensi penerbangan dari dua menjadi tiga kali sehari.
TransNusa menyebut peningkatan frekuensi tersebut sebagai respons terhadap permintaan perjalanan bisnis dan wisata yang terus meningkat. Dengan tambahan penerbangan, penumpang memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan antara Jakarta dan Singapura.
“Peningkatan frekuensi penerbangan menjadi empat kali sehari di rute Jakarta-Singapura mencerminkan semakin besarnya kepercayaan terhadap brand TransNusa,” kata Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurut Bernard, persetujuan peningkatan frekuensi dari Singapore Changi Airport juga menunjukkan kesiapan operasional TransNusa memenuhi standar bandara tersebut.
“Setelah memperkenalkan frekuensi penerbangan ketiga pada April 2026 dan kemudian meningkatkan frekuensi menjadi empat kali sehari, hal ini menegaskan agility komersial TransNusa dalam merespons kebutuhan pasar,” ujarnya.
Rute Jakarta-Singapura dilayani menggunakan pesawat Airbus A320. Penerbangan dari Jakarta berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Singapore Changi Airport Terminal 4.
Empat penerbangan dari Jakarta dijadwalkan berangkat pada pagi hingga malam. Penerbangan 8B 151 berangkat pukul 07.55 dan tiba di Singapura pukul 10.45. Kemudian 8B 153 berangkat pukul 11.55 dan tiba pukul 14.40.
Penerbangan tambahan 8B 157 berangkat pukul 17.40 dan tiba pukul 20.20. Adapun penerbangan malam 8B 155 berangkat pukul 19.45 dan tiba pukul 22.25.
Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B 152 dari Singapura berangkat pukul 11.45 dan tiba di Jakarta pukul 12.30. Penerbangan 8B 154 berangkat pukul 15.40 dan tiba pukul 16.45.
Penerbangan tambahan 8B 158 berangkat pukul 21.20 dan tiba pukul 21.55. Sementara penerbangan malam 8B 156 berangkat pukul 23.25 dan tiba di Jakarta pukul 00.10 pada hari berikutnya.
TransNusa mengatakan penjualan tiket untuk jadwal dengan frekuensi baru tersebut telah dibuka. Pemesanan dapat dilakukan melalui situs resmi maskapai.
Penambahan frekuensi ini terjadi kurang dari enam bulan setelah TransNusa menaikkan jumlah penerbangan Jakarta-Singapura dari dua menjadi tiga kali sehari pada April 2026.
Perusahaan juga mengaitkan ekspansi tersebut dengan penghargaan yang diterimanya dalam Changi Airline Awards 2026. Menurut TransNusa, maskapai itu menjadi maskapai Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan Top Airlines by Absolute Passenger Growth (Southeast Asia) dari Changi Airport Group.
TransNusa mulai beroperasi di Changi pada 2025. Menurut perusahaan, penghargaan tersebut diraih 17 bulan setelah maskapai memulai operasional di bandara Singapura itu.
Bagi TransNusa, rute Jakarta-Singapura menjadi salah satu bagian dari pengembangan jaringan internasionalnya. Maskapai tersebut memosisikan diri sebagai premium service carrier, dengan menawarkan sejumlah fasilitas yang berada di antara model maskapai berbiaya rendah dan maskapai layanan penuh.
Perusahaan menyebut fasilitas tersebut antara lain bagasi, pilihan kursi, dan konfigurasi kabin yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Penambahan frekuensi penerbangan kini membuat persaingan di rute Jakarta-Singapura semakin ramai. Bagi penumpang, tambahan jadwal berarti lebih banyak pilihan. Bagi maskapai, empat penerbangan sehari sekaligus menjadi ujian apakah pertumbuhan kapasitas tersebut mampu berjalan seiring dengan tingkat keterisian dan kebutuhan pasar.
Di industri penerbangan, menambah jadwal bukan sekadar menambah angka pada papan keberangkatan. Pesawat harus terisi, jadwal harus berjalan, dan layanan harus mampu mempertahankan penumpang. TransNusa kini memilih menambah frekuensi. Pasar Jakarta-Singapura yang padat akan menjadi tempat pembuktian berikutnya. (*






