Jejak KataLiputan

Parade Budaya HUT Kabupaten Tangerang: Meriah di Kalangan ASN, Seniman ke Mana?

×

Parade Budaya HUT Kabupaten Tangerang: Meriah di Kalangan ASN, Seniman ke Mana?

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan Parade Budaya dalam rangka HUT Kabupaten Tangerang ke-394 oleh para ASN di lingkup Pemkab Tangerang | Foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Parade budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang, Selasa, 13 Oktober 2026, mendapat apresiasi sekaligus catatan kritis dari pelaku seni dan budaya setempat, Agung Jatmiko. Ia menilai, upaya pemerintah melestarikan budaya patut dihargai. Namun, parade budaya akan kehilangan sebagian maknanya jika justru menjauh dari para pelaku budaya itu sendiri.

Agung mengatakan, meski hanya mengikuti kegiatan tersebut melalui pemberitaan di media sosial, apa yang dilakukan Pemkab Tangerang tetap layak diapresiasi. Namun, ia menyelipkan kritik untuk pemerintah daerah, terutama dinas terkait. Menurut dia, parade budaya itu terkesan digelar dari pemerintah untuk pemerintah. Sebab, peserta yang terlibat berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN), bukan kalangan masyarakat seni dan budaya.

“Saya hanya melihat dari jauh, dan tahu diri. Karena tidak diundang, ya kita tidak ikut hadir. Tapi saya tetap mengapresiasi, sukses untuk Kabupaten Tangerang,” ujar Agung Jatmiko, Rabu, 14 Oktober 2026.

Tidak dilibatkannya para pelaku seni dan budaya dalam parade peringatan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, menurut Agung, bisa disebabkan beberapa kemungkinan. Pertama, dinas terkait belum memiliki peta budaya yang memadai, sehingga kantong-kantong seni dan budaya di tengah masyarakat seolah tak terlihat. Kedua, pelestarian budaya melalui keterlibatan para pelakunya belum ditempatkan sebagai unsur penting dalam perayaan, sehingga kehadiran ASN dianggap cukup untuk mewakili kemeriahan acara.

Padahal, kata Agung, HUT Kabupaten Tangerang merupakan momentum yang ditunggu para pelaku seni untuk menunjukkan eksistensi mereka dalam perayaan terbesar daerah. Menurut dia, peringatan hari jadi bukan semata-mata panggung bagi aparatur pemerintahan, melainkan milik seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Sebab, kebudayaan tumbuh dan dirawat di tengah warga, bukan hanya di halaman kantor pemerintahan. Jika panggung perayaan tak memberi ruang bagi mereka, parade budaya berisiko menjadi tontonan yang meriah, tetapi kehilangan sebagian denyut kebudayaan yang hendak dirayakan.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa kompetisi kostum adat, yang merupakan bagian dari parade budaya, adalah bentuk apresiasi terhadap totalitas dan dedikasi pegawai dalam merayakan keberagaman.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme dan kreativitas seluruh perangkat daerah hari ini. Penilaian tidak hanya pada keindahan kostum semata, melainkan juga pada kekompakan dan cara mempresentasikan kekayaan budaya Nusantara. Semangat persatuan dalam keberagaman hari ini adalah cerminan kekuatan kita bersama untuk terus membangun Kabupaten Tangerang agar semakin gemilang,” tuturnya. (*

Tinggalkan Balasan