JEJAK KATA, Jambi — Kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi pekerjaan bersama di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Sejak 24 September 2026, tim karhutla PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) ikut dikerahkan untuk memadamkan titik api di kawasan tersebut.
Tim dari Fire Station Central Processing System (CPS) Geragai itu terdiri atas karyawan dari sejumlah departemen, antara lain Health, Safety, and Environment (HSE), Security, dan Construction. Mereka membawa satu unit light vehicle serta satu portable fire pump yang dilengkapi fire hose, nozzle, dan ground monitor.
“Tim karhutla PCJL terdiri atas karyawan dari sejumlah departemen, termasuk Health, Safety, and Environment (HSE), Security dan Construction,” kata Field Manager Jabung Kamaruddin, 2 Oktober 2026.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PCJL berkoordinasi dengan SKK Migas dalam penanggulangan karhutla di wilayah operasi migas Sumatera Bagian Selatan.
Dukungan perusahaan juga diberikan kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Sehari sebelum pengerahan tim ke HLG Londerang, PCJL mengirim satu unit Gorman Pump untuk membantu pemadaman di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Pada hari Rabu (23/9), PCJL juga mengirim bantuan 1 unit Gorman Pump kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi yang sedang melakukan pemadaman di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Kamaruddin.
Dalam tiga bulan terakhir, PCJL menyebut timnya telah membantu pemadaman di lebih dari 10 lokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
Di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, misalnya, tim PCJL bergabung dengan TNI, Polri, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), Desa Tangguh Bencana (Destana), serta sejumlah perusahaan lain. Kawasan tersebut merupakan bagian dari HLG Londerang.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Bukit Tempurung Sandy Prabowo mengatakan tim gabungan dikerahkan untuk menangani titik api di kawasan itu. Menurut dia, kondisi terkini sudah terkendali.
“Kondisi saat ini, di wilayah (HLG) Londerang, sudah tidak ada asap aktif dan clear,” ujar Sandy, Kamis, 1 Oktober 2026.
Upaya PCJL tidak berhenti pada pemadaman. Pada 27 Agustus 2026, perusahaan menyerahkan 60 baliho imbauan pencegahan karhutla dan 120 alat pelindung diri (APD) kepada BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Bantuan tersebut terdiri atas 30 safety wearpack, 30 pasang safety shoes, 30 kaos lapangan, dan 30 topi rimba.
Di sisi lain, PCJL menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi hutan sebagai bagian dari kewajiban atas Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas.
Di bawah pengawasan Kementerian Kehutanan, PCJL menyelesaikan rehabilitasi lahan HLG Londerang seluas 513 hektare pada 2022 dan 34 hektare pada 2025. Lahan tersebut kemudian diserahkan kembali kepada Kementerian Kehutanan.
Penanganan karhutla di Londerang pun bukan semata perkara memadamkan api. Di kawasan gambut, pekerjaan berikutnya adalah memastikan lahan yang telah direhabilitasi tidak kembali menjadi titik rawan kebakaran. (*






