OLAHRAGA — Pembinaan di sekolah sepak bola (SSB) belum tentu mengantar pemain muda ke kompetisi resmi. Ketika batas usia pembinaan berakhir, mereka membutuhkan klub yang memberi kesempatan untuk melanjutkan karier. Salfas Soccer Club (SC) mencoba membuka jalan itu melalui seleksi pemain untuk Liga 4 Banten musim 2026/2027.
Lebih dari 250 pemain berusia maksimal 22 tahun mengikuti seleksi di Stadion Mini Porci, Cibodas, Kota Tangerang, Sabtu, 24 Oktober 2026. Mereka bersaing memperebutkan tempat di skuad Salfas SC sekaligus kesempatan menguji kemampuan di kompetisi resmi.
Seleksi tersebut menyasar talenta lokal yang ingin melanjutkan perjalanan di sepak bola. Namun, banyaknya peserta juga menunjukkan bahwa kesempatan masuk ke sebuah klub kompetitif harus diperebutkan. Tidak semua pemain yang menjalani pembinaan memiliki jaminan untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Presiden Klub Salfas SC, Saiful Milah, mengatakan seleksi itu merupakan upaya membuka kesempatan bagi pemain muda Kota Tangerang untuk berkembang melalui kompetisi.
“Pagi ini Salfas Soccer Club mengadakan seleksi untuk calon pemain yang akan mengisi skuad klub kita,” ujar Saiful.
Menurut dia, pembinaan sepak bola perlu menyediakan jalur lanjutan bagi pemain yang telah melewati jenjang usia di SSB. Tanpa kesempatan bermain di kompetisi resmi, kemampuan yang mereka bangun selama latihan berisiko tidak berkembang secara optimal.
Salfas SC kini bersiap mengikuti Liga 4 Banten musim 2026/2027, kompetisi yang memperebutkan Piala Gubernur. Klub tersebut memprioritaskan pemain asal Kota Tangerang untuk mengisi skuadnya.
Chief Executive Officer Salfas SC, Irwan Salam, mengatakan lebih dari 250 orang telah mendaftar melalui formulir digital. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena panitia juga menerima pendaftaran langsung di lokasi seleksi.
“Target sesuai dengan arahan Presiden Klub yang menekankan pencarian dan pembinaan bakat pemain lokal. Kita memberikan peluang sebesar-besarnya kepada talenta muda Kota Tangerang untuk bisa meningkatkan karier dengan bermain di Liga 4 ini,” kata Irwan.
Bagi Salfas SC, seleksi ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pemain menghadapi kompetisi. Klub juga berharap pembinaan lokal dapat menjadi jalur regenerasi sepak bola Kota Tangerang, sehingga pemain tidak harus selalu bergantung pada perekrutan dari luar daerah.
Irwan berharap pemain yang berkembang melalui Salfas SC kelak berpeluang memperkuat Persikota Tangerang yang berlaga di Liga 3. Harapan itu menempatkan Liga 4 sebagai salah satu tahapan bagi pemain muda untuk menambah pengalaman dan mengejar level kompetisi yang lebih tinggi.
“Kalau homegrown yang kita bina, kita berikan ruang, insyaallah tim sepak bola kita akan berjalan lebih gagah sebagaimana cita-cita seluruh masyarakat Kota Tangerang,” ujar Irwan.
Meski begitu, seleksi baru merupakan pintu masuk. Perjalanan pemain masih bergantung pada kualitas latihan, kesinambungan pembinaan, dan kesempatan tampil dalam pertandingan. Klub juga perlu memastikan pemain yang lolos tidak sekadar menjadi bagian dari daftar skuad, tetapi memperoleh ruang untuk berkembang.
Bagi ratusan peserta yang datang ke Stadion Mini Porci, persaingan dimulai dari lapangan seleksi. Mereka bukan hanya mengejar tempat di Salfas SC, melainkan juga kesempatan melanjutkan karier setelah melewati masa pembinaan usia muda.
Tantangan sepak bola lokal pada akhirnya bukan semata-mata menemukan pemain berbakat. Yang tak kalah penting adalah membangun jalur pembinaan yang berkelanjutan, dari SSB menuju klub dan kompetisi yang lebih tinggi. (*






