Liputan

Polisi Selidiki Teka-teki Kematian Pria di Sepatan: Barang Korban Masih Utuh

×

Polisi Selidiki Teka-teki Kematian Pria di Sepatan: Barang Korban Masih Utuh

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

JEJAK KATA, Tangerang – Kematian Muhamad Harun, 29 tahun, menyisakan teka-teki. Tubuh warga Kampung Tanggulun, Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, itu ditemukan tergeletak dengan luka cukup parah di Kampung Bayur, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Yang membuat kasus ini belum terang bukan hanya luka pada tubuh Harun. Barang-barang miliknya disebut masih ada. Sepeda motor Honda Beat merah yang diduga dikendarainya juga ditemukan di sekitar lokasi.

Jika benar pembegalan, mengapa barang milik korban tidak raib?

Jika bukan, dari mana luka parah itu berasal?

Dua kemungkinan pun mengemuka: Harun mungkin menjadi korban tindak kekerasan, atau mengalami kecelakaan tunggal. Namun untuk sementara, keduanya belum memiliki pijakan fakta yang cukup untuk disimpulkan.

Identitas Harun diketahui dari Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan di dalam dompet korban. Polisi kemudian memastikan identitas tersebut.

“Benar itu KTP korban, lagi upaya gabungan, Polres dan Polda. Doain biar segera terungkap,” kata Kanit Reskrim Polsek Sepatan Ipda Arqi Afiandi saat dihubungi.

Sebelumnya, video penemuan jasad Harun beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tubuh seorang pria terlihat tergeletak di pinggir jalan Kampung Bayur arah Kedaung, Kecamatan Sepatan Timur.

Harun mengenakan kaus abu-abu dan celana jeans panjang berwarna hitam. Kondisinya disebut mengalami luka cukup parah.

Seorang warga yang menemukan korban kemudian merekam kondisi tersebut sembari meminta masyarakat membantu mengenali identitasnya.

“Barang kali ada saudara, rekan ataupun teman-teman yang mengenali korban,” ujar warga dalam rekaman tersebut.

Dalam video itu juga terdengar dugaan awal warga bahwa korban menjadi sasaran pembegalan. Warga menyebut kondisi luka korban cukup parah dan menginformasikan keberadaan sepeda motor Honda Beat merah di lokasi.

Namun dugaan tersebut belum terbukti.

Justru keberadaan kendaraan dan barang-barang korban menjadi bagian dari teka-teki yang perlu dijawab penyidik. Apakah Harun terjatuh atau mengalami kecelakaan seorang diri? Ataukah ada peristiwa lain yang menyebabkan luka-luka tersebut?

Jawabannya tidak bisa ditentukan dari rekaman warga maupun dugaan yang beredar di media sosial.

Polisi kini melakukan penyelidikan secara gabungan. Polsek Sepatan bersama Polres Metro Tangerang Kota dan Polda Metro Jaya berupaya mengurai kejadian sebelum Harun ditemukan hingga penyebab kematiannya.

Sampai penyelidikan memberikan jawaban, kematian Harun masih menyisakan ruang kosong: sebuah tubuh ditemukan terluka, barang-barang masih berada di tempatnya, tetapi peristiwa yang merenggut nyawanya belum sepenuhnya terungkap. (*

Tinggalkan Balasan