Liputan

Realisasi Investasi Triwulan 1 Kabupaten Tangerang Tembus Rp 17,41 Triliun

×

Realisasi Investasi Triwulan 1 Kabupaten Tangerang Tembus Rp 17,41 Triliun

Sebarkan artikel ini

JEJAK KATA, Tangerang -Kabupaten Tangerang hingga kini masih menjadi primadona para investor yang akan menanamkan modalnya. Terbukti, pada triwulan 1 tahun 2026, nilai investasi yang masuk Kota Seribu Industri ini mencapai Rp 17 Trilun lebih.

Capaian tersebut menempatkan kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Moch. Maesyal Rasyid ini sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, tercatat sejak Januari hingga April 2026, realisasi investasi di daerah itu menembus Rp 17,41 Triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan untuk periode tersebut.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, Investasi yang masuk ke Kabupaten Tangerang didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yakni sebesar 67,1 persen dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 32,9 persen.

“Secara sektoral, investasi masih didominasi sektor tersier seperti perdagangan, jasa, dan kawasan industri serta disusul sektor manufaktur,” kata Hendar, Senin (6/7/2026).

Kepastian hukum serta kualitas pelayanan yang yang diberikan pemerintah turut menciptakan iklim investasi yang semakin kondosif. Regulasi perizinan yang sederhana dan transparan yang disiapkan Pemkab Tangerang melalui DMPTSP menjadi magnet bagi investor.

“Banyaknya investor yang memilih berinvestasi di Kabupaten Tangerang disebabkan oleh banyak faktor,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Haerudin mengungkapkan, pemetaan dan evaluasi realisasi investasi terus diakukan secara berkala melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Menurutnya, LKPM merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan ekonomi.

Sejalan dengan itu, DPMPTSP Kabupaten Tangerang telah menerapkan program jemput bola, dimana para petugas turun ke lapangan membantu para pelaku usaha memahami bagaimana membuat LKPM yang akurat, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dengan LKM yang valid, kami dapat memetakan sektor-sektor unggulan yang perlu mendapat dukungan lebih lanjut,” ungkapnya.

Haerudin menambahkan, realisasi investasi triwulan 1 tahun 2026 juga sudah menyerap sebanyak 19.874 tenaga kerja. Sementara, sepanjang 2025, ada 66.545 tenaga kerja yang terserap di berbagai sektor.

Hal ini menegaskan bahwa investasi tidak hanya berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan peningkatan kualitas pelayanan perizinan berusaha yang terintegrasi, serta partisipasi aktif para pelaku usaha (swasta),” pungkasnya. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *