Jejak KataSoft News

Bongkar! Mitos serta Manfaat dan Asal-usul Pohon Dewandaru

×

Bongkar! Mitos serta Manfaat dan Asal-usul Pohon Dewandaru

Sebarkan artikel ini
Pohon dan buah Dewandaru

DEWANDARU atau dalam bahasa Latin Eugenia uniflora desebut juga dengan cermai Belanda. Tumbuhan yang berasal dari Brasil ini tergolong dalam Familia mystaceae (suku jambu-jambuan).

Dewandaru termasuk dalam tumbuhan perdu yang dapat tumbuh mencapai 5 meter, dengan batang pohon yang tegak, berbentuk bulat serta kulit kayu berwarna coklat. Pohon dewandaru memiliki daun yang berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung pangkal yang runcing, ukuran daun sekitar 5 sentimeter dengan tepi daun rata dan tulang daun yang menyirip.

Bunganya berwarna kuning susu, dengan benang sari dan putik yang berwarna putih. Sedangkan buahnya berbentuk bulat berliuk-liuk dengan berdiameter sekitar 1,5 centimeter, berwarna merah. Buah dewandaru disebut juga buah sianto, yang memiliki biji kecil, keras, dan berwarna coklat.

Tumbuhan dewandaru ini banyak kita temui di daerah Amerika Selatan, seperti Brasil, Argentina, Suriname, Urugay, dan Paraguay. Di Indonesia, tumbuhan ini bisa kita temui di beberapa wilayah yang ada di pulau Jawa, Sumatra dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Karimunjawa adalah salah satu daerah yang dikenal sebagai habitat tanaman dewadaru ini.

Belum ada temuan pasti sejarah mengenai penyebaran pohon dewandaru di Indonesia. Kecuali banyaknya mitos yang tersebar turun temurun dan berkembang di masyarakat. Terutama pada masyarakat Jawa, keberadaan pohon dewandaru penuh dengan berbagai mitos.

Mitos yang berkembang di masyarakat adalah tentang khasiat magis dari kayu pohon ini. Aroma yang harum dipercaya sebagai sarana pencapaian kesempurnaan dalam ilmu kebal atau kanuragan. Selain itu juga dianggap memiliki khasiat sebagai penambah karisma, dan pengusir gangguan gaib. Karenanya kayu dari pohon dewandaru ini banyak dimanfaatkan sebagai aksesoris seperti tasbih, gelang, kalung, dan akik (batu cincin).

dewandaru ternyata memiliki banyak manfaat. Seperti buahnya yang berwarna banyak mengandung vitamin dan nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, B2, dan B3. Kulit kayunya mengandung tanin. Sedangkan daunnya banyak mengandung minyak atsiri, saponia, dan flavonoid.

Manfaat tanaman dewandaru dalam kesehatan seperti, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan fungsi paru-paru, membantu menurunkan berat badan, menjaga tekanan darah, mencegah kanker, bahkan dapat juga dimanfaatkan untuk mereka yang memiliki gangguan tidur (insomnia).

Tuh, ya? Ternyata di balik banyaknya mitos yang terdapat pada tanaman dewandaru, memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. (*

Respon (2)

  1. Dewo Ndaru…minongko prlampito Wahyuning jodho… berarti msh ada buah satunya LG yg blm di temukan pak.. Kalpataru…simbol Wahyuning Katentreman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *