Wisata dan Kuliner

Sambal Jurig di Benteng Reborn Kota Tangerang, Pedasnya Bikin Nagih

×

Sambal Jurig di Benteng Reborn Kota Tangerang, Pedasnya Bikin Nagih

Sebarkan artikel ini
Owner Sambel Jurig Benteng Nani (baju kuning) | Sumber: Diskominfo Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang – Usai jogging mengelilingi lintasan Stadion Benteng Reborn, tak sedikit orang yang mendadak lupa pada hitungan kalori. Aroma ayam goreng yang mengepul dari salah satu sudut di seolah menjadi godaan yang sulit ditolak.

Di sanalah Sambal Jurig hadir sebagai salah satu destinasi kuliner yang belakangan ramai diburu warga Kota Tangerang. Bukan karena namanya yang terdengar seram, melainkan karena sensasi pedasnya yang sanggup membuat siapa saja spontan “menjerit”—tentu saja karena nikmat.

Pendiri Sambal Jurig, Nani, mengungkapkan bahwa nama tersebut kerap disalahartikan. Padahal, “Jurig” bukan berkaitan dengan hal mistis.

“Nama Sambal Jurig ini hanya plesetan dari kata jerik dalam bahasa Sunda, yang menggambarkan orang menjerit karena kepedasan. Jadi, bukan mengundang jurig atau setan, melainkan mengajak orang menikmati sensasi pedas yang bikin ketagihan,” ujarnya Nani.

Keistimewaan Sambal Jurig bukan hanya pada tingkat kepedasannya. Cita rasa khas Sunda tetap dipertahankan berkat racikan dan ulekan tangan juru masak asal Purwakarta, sehingga menghadirkan sambal yang autentik namun tetap ramah di lidah masyarakat Tangerang.

Aneka menu makanan Sambel Jurig Benteng di kawasan Teras Benteng, Stadion Benteng Reborn, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten | Sumber: Diskominfo Kota Tangerang

Dengan harga mulai Rp25 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati satu paket ayam goreng Kalasan lengkap dengan sambal andalan yang menjadi primadona. Perpaduan ayam yang gurih dan sambal yang segar membuat banyak pelanggan tak ragu datang kembali.

Pilihan menu pun cukup beragam. Selain ayam Kalasan, tersedia ayam goreng serundeng, nila goreng, aneka camilan, hingga jus buah segar yang dibanderol mulai Rp20 ribu.

Menariknya, tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan selera pengunjung. Anak-anak maupun mereka yang kurang menyukai makanan pedas tetap dapat menikmati menu tanpa sambal.

“Kami ingin semua orang bisa makan bersama di sini. Jadi tingkat pedasnya bisa diatur sesuai keinginan,” kata Nani.

Ada pula menu spesial yang hanya hadir setiap akhir pekan, yakni siomay. Sementara untuk rombongan atau keluarga, Sambal Jurig juga menerima pesanan menu khusus, seperti sayur asem, yang disiapkan sesuai permintaan.

Buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, Sambal Jurig menjadi pilihan yang pas untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam. Suasana semakin hangat dengan alunan live music yang menemani pengunjung bersantai selepas berolahraga atau sekadar berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Jadi, jika berkunjung ke Stadion Benteng Reborn, jangan buru-buru pulang. Sisakan sedikit ruang di perut untuk mencicipi Sambal Jurig. Siap-siap saja berkeringat, bukan karena habis berlari, melainkan karena sambalnya benar-benar menggugah selera. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *