LIFE STYLE — Pagi sering datang lebih dulu daripada kesiapan kita menyambutnya. Alarm berbunyi, tangan meraba tombol tunda, lalu lima menit berubah menjadi setengah jam. Padahal, kebiasaan bangun pagi bukan sekadar soal melawan kantuk. Ia bisa menjadi cara sederhana untuk menata hidup, asal tidak mengorbankan waktu tidur.
“Bangun pagi adalah langkah pertama untuk menaklukkan diri sendiri,” begitu kira-kira pesan konsultan manajemen Sukant Ratnakar, CEO Quantraz Inc. Kalimat itu terdengar seperti petuah motivasi. Namun, sejumlah penelitian memang mengaitkan pola tidur dan waktu bangun dengan kesehatan serta produktivitas.
Penelitian Massachusetts General Hospital di Amerika Serikat, yang menelaah informasi genetik, menemukan hubungan antara kecenderungan bangun lebih awal dan sejumlah indikator kesehatan mental. Namun, bangun pagi bukan jaminan seseorang terhindar dari depresi atau gangguan mental. Kesehatan mental dipengaruhi banyak faktor, termasuk lingkungan, kondisi biologis, dan kualitas tidur.
Penelitian University of Education Heidelberg, Jerman, pada 2010 juga mengaitkan kebiasaan bangun pagi dengan sikap lebih proaktif dan performa kerja. Pagi memberi ruang bagi seseorang untuk menyusun rencana sebelum kesibukan datang mengetuk pintu.
Ada keuntungan praktis yang tak kalah penting. Bangun lebih awal membuat kita punya waktu menyiapkan sarapan, berolahraga, atau sekadar menikmati kopi tanpa harus berkejaran dengan jam keberangkatan. Daftar pekerjaan pun bisa disusun dengan kepala yang lebih tenang.
Tentu saja, bangun pagi bukan lomba siapa paling cepat meninggalkan kasur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Jika waktu tidur terus dipangkas demi mengejar matahari terbit, yang datang justru rasa lelah dan konsentrasi yang menurun.
Lantas, bagaimana membiasakan diri bangun pagi?
Jangan Begadang
Media sosial, gim, dan kebiasaan menonton hingga larut malam sering membuat waktu tidur mundur tanpa terasa. Cobalah mengurangi aktivitas tersebut menjelang tidur. Kopi pada sore atau malam hari juga bisa membuat sebagian orang sulit terlelap.
Atur Jam Tidur
Tidur lebih awal menjadi kunci jika ingin bangun lebih pagi. Jeff Bezos, pendiri Amazon, dikenal menekankan pentingnya tidur cukup dalam rutinitasnya. Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten, termasuk pada akhir pekan. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Jauhkan Alarm dari Kasur
Meletakkan alarm agak jauh dari jangkauan tangan bisa membantu. Anda perlu beranjak untuk mematikannya, bukan sekadar menekan tombol tunda sambil memejamkan mata lagi.
Pada akhirnya, bangun pagi bukan soal memaksa tubuh mengikuti jam orang lain. Kuncinya adalah menemukan jadwal tidur yang cukup, konsisten, dan sesuai kebutuhan. Sebab, pagi yang produktif tidak dimulai dari alarm yang paling galak, melainkan dari tidur malam yang berkualitas. (*






