JEJAK KATA, Tangerang — Senin pagi, 26 Oktober 2026, polisi menyambangi dua sekolah di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Di SMA Tarakanita, aparat mengingatkan pelajar tentang bahaya tawuran, gangster jalanan, narkoba, dan perundungan siber. Sementara di SMP Negeri 2 Panongan, pembinaan pendidikan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas Panongan.
Dua kegiatan itu menyasar kebutuhan berbeda di lingkungan sekolah: membangun perilaku positif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan siswa.
Di SMA Tarakanita, Desa Ciakar, Wakapolresta Tangerang Komisaris Besar Christian Aer menjadi pembina upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB. Sekitar 527 peserta mengikuti kegiatan tersebut bersama kepala sekolah Erna Yulianingsih, guru, staf, dan Bhabinkamtibmas Desa Ciakar.
Pesan yang disampaikan berfokus pada pentingnya memilih pergaulan, menjaga disiplin, dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berisiko merugikan masa depan. Penggunaan media sosial juga menjadi perhatian, terutama perilaku perundungan siber yang dapat melukai orang lain dan menimbulkan konsekuensi bagi pelakunya.
Pelajar diingatkan agar tidak menjadikan ruang digital sebagai tempat menghina atau mempermalukan teman. Pencegahan perundungan, narkoba, dan tawuran membutuhkan kesadaran siswa serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga.
Pada hari yang sama, program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) Polsek Panongan berlangsung di SMP Negeri 2 Panongan, Desa Ranca Kalapa. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dipimpin Kapolsek Panongan Inspektur Polisi Satu Irruandy Aritonang, bersama personel kepolisian, Kepala SMP Negeri 2 Panongan Abdul Malik, dan tenaga kesehatan Puskesmas Panongan yang dipimpin dr. Yasmina Ediani.
Setelah pembinaan mengenai kedisiplinan dan keamanan lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan siswa. Keterlibatan puskesmas memperluas perhatian terhadap pelajar, tidak hanya menyangkut ketertiban, tetapi juga kondisi kesehatan yang mendukung aktivitas belajar.
Kapolsek Panongan Irruandy Aritonang mengatakan program tersebut ditujukan untuk mendekatkan kepolisian dengan lingkungan pendidikan sekaligus membangun kesadaran pelajar tentang ketertiban.
“Melalui program Poldik, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya kedisiplinan dan menjaga ketertiban,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Panongan Yasmina Ediani menekankan pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Pemeriksaan kesehatan di lingkungan pendidikan, menurut dia, menjadi salah satu upaya meningkatkan kepedulian siswa terhadap kondisi tubuhnya.
Kegiatan di dua sekolah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan kepada pelajar tidak harus berhenti pada imbauan dan penegakan aturan. Edukasi, pelayanan kesehatan, serta komunikasi dengan pihak sekolah dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang aman dan sehat.
Namun, keberlanjutan tetap menjadi kunci. Pencegahan perundungan memerlukan tindak lanjut dan pendampingan, sedangkan pemeriksaan kesehatan perlu disertai arahan tenaga medis apabila ditemukan keluhan.
Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai. Di sana, pelajar juga belajar menjaga diri, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas perilakunya, baik di lingkungan pergaulan maupun di ruang digital. (*






