JEJAK KATA, Manggarai — Tanah di sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, bergoyang singkat pada Selasa pagi, 15 September 2026. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 itu terjadi pada pukul 09.27.41 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di laut, sekitar 41 kilometer sebelah utara Ruteng. Pusat gempa berada pada koordinat 8,26 derajat Lintang Selatan dan 120,57 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 7 kilometer.
Guncangannya tidak besar, tetapi cukup untuk mengetuk kesadaran warga. BMKG mencatat gempa dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan intensitas II–III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Dalam skala itu, getaran dapat dirasakan oleh sebagian orang, terutama mereka yang berada di dalam bangunan. Benda-benda ringan juga dapat terasa bergetar.
Gempa ini datang dari laut yang berada di utara Ruteng. Episentrumnya seperti mengetuk pintu dari kejauhan—tidak keras, tetapi cukup membuat bumi sejenak mengingatkan bahwa ia tidak pernah benar-benar diam.
Data BMKG menunjukkan gempa tersebut berada pada kedalaman relatif dangkal, yakni 7 kilometer. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga mengingatkan bahwa parameter gempa pada menit-menit pertama dapat mengalami perubahan sebelum hasil analisis lebih lanjut ditetapkan.
Tidak ada drama besar dari gempa pagi itu. Hanya getaran singkat di tanah Manggarai. (*
Suber: BMKG, Selasa 15 September 2026
Gempa, sekecil apa pun magnitudonya, selalu membawa satu pesan sederhana: tanah yang dipijak manusia bukan benda mati. Ia bergerak. Kadang pelan. Kadang hanya terasa seperti pintu diketuk dari bawah. Dan pagi ini, Manggarai mendengar ketukan itu.






