Wisata dan Kuliner

Tak Perlu Kafe Besar, Berbinar Cafe Punya Cara Sendiri Bikin Betah

×

Tak Perlu Kafe Besar, Berbinar Cafe Punya Cara Sendiri Bikin Betah

Sebarkan artikel ini
Suasana Berbinar Coffee & Eatery di Poris Residence, Kota Tangerang | Foto: Dok. Dinas Kominfo Kota Tangerang

KULINER — Ada masa ketika kafe berlomba menjadi semakin besar. Ruang diperlebar, kursi ditambah, sudut foto diperbanyak. Berbinar Cafe di Cipondoh, Kota Tangerang, justru mengambil jalan sebaliknya.

Kafe di kawasan Poris Plawad Utara ini memilih ruang yang lebih terbatas. Kursinya tidak berjubel. Suasananya cenderung tenang. Konsep industrial bertemu nuansa rumah yang hangat.

Di tengah budaya nongkrong yang kerap identik dengan keramaian, Berbinar menawarkan sesuatu yang berbeda: tempat untuk tidak terlalu banyak diganggu suara orang lain.

Pilihan itu terasa masuk akal setelah pandemi mengubah kebiasaan orang menikmati ruang publik. Berbinar Cafe—yang kini dikenal sebagai Berbinar Cafe—mengubah konsepnya dari tampilan serba cerah menjadi ruang yang lebih intim dan dekat dengan selera anak muda.

“Setelah pandemi, kami mengubah konsep. Sekarang dibuat seperti ini karena lebih disukai anak-anak muda,” ujar Uci Sumiati, pemilik Berbinar Cafe.

Kafe ini menempati dua lantai. Seluruh ruang dilengkapi pendingin udara. Namun yang dijual bukan semata-mata interior.

Bagi pekerja dan mahasiswa yang membawa laptop, suasana semacam ini menjadi komoditas tersendiri. Meja menjadi ruang kerja sementara. Kopi menjadi teman menatap layar. Percakapan tidak perlu bersaing dengan suara musik atau pengunjung dari meja sebelah.

Kopi Rp17 Ribu, Menu Tak Ikut Minimalis

Berbinar tidak menjadikan konsep minimalis sebagai alasan untuk memangkas pilihan menu.

Kopi menjadi salah satu andalan. Namun daftar makanan cukup panjang untuk ukuran kafe yang ruangnya tidak besar. Ada mie nyemek spesial, chicken katsu, beef teriyaki, sate taichan, hingga cireng bumbu rujak.

Harga menjadi daya tarik lain. Minuman seperti kopi, matcha, dan cokelat dapat dipesan mulai sekitar Rp17 ribu.

Uci mengatakan resep makanan dan minuman diraciknya sendiri dari tahun ke tahun. Produk yang disajikan juga telah mengantongi sertifikasi halal.

“Saya sendiri yang meracik resep di sini, mulai dari makanan sampai kopinya,” kata dia.

Harga yang relatif bersahabat membuat Berbinar tidak hanya menjadi tempat menyelesaikan pekerjaan atau sekadar menyeruput kopi.

Pada akhir pekan, kafe ini kerap menjadi tempat bertemu komunitas olahraga. Seusai beraktivitas, para anggota komunitas datang untuk berbincang, makan, dan menikmati kopi.

Ada ironi kecil di sana. Tempat yang sejak awal memilih suasana tenang justru menjadi titik temu banyak orang.

Bedanya, keramaian di Berbinar tidak harus berarti kebisingan.

Kafe ini berada di Jalan Poris Residence, Ruko Blok A2 Nomor 33, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang.

Di saat banyak tempat berusaha membuat pengunjung tinggal selama mungkin dengan segala macam distraksi, Berbinar mengambil pendekatan yang lebih sederhana: menyediakan ruang untuk duduk, bekerja, berbicara, atau sekadar menikmati kopi tanpa harus merasa sedang berada di tengah kerumunan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *