KULINER — Makan siang di kawasan CitraRaya tak selalu harus berakhir dengan dompet menipis. Ada tempat pilihan yang lebih bersahaja: sepiring nasi dengan pesmol ikan tenggiri di Warung Makan Nur Jamilah.
Warung ini berada di kawasan Auto Center City Market CitraRaya, Mekar Bakti, Panongan. Warung Nur Jamilah dikenal dengan menu masakan rumahan yang mengandalkan olahan bumbu dan bahan yang akrab dengan meja makan keluarga.
Pesmol tenggiri juga menjadi salah satu menu yang menarik untuk dicoba.
Ikan tenggiri yang berdaging tebal dan padat terlebih dahulu digoreng, lalu disiram bumbu kuning yang harum. Di titik inilah pesmol bekerja: sederhana di mata, ramai di lidah.
Bumbu kuningnya membawa aroma serai, daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan kemiri. Ada gurih yang dalam, sedikit manis, kemudian disusul rasa asam yang membuat lidah kembali segar.

Cabai memberi sengatan seperlunya. Bukan pedas yang sekadar ingin menunjukkan keberanian, melainkan pedas yang justru membuat suapan berikutnya terasa masuk akal.
Daging tenggiri menjadi pemeran utamanya. Teksturnya padat dan gurih setelah digoreng, sementara bumbu yang agak kental—atau nyemek—menempel di permukaan ikan. Di sinilah daya tariknya: pesmol terasa seperti masakan rumah yang kebetulan sedang dipentaskan di tengah kawasan komersial CitraRaya.
Warung Nur Jamilah memang tidak menjual kemewahan di atas piring. Menu-menunya justru bermain di wilayah yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari: lauk rumahan, sayuran, sambal, pepes, pecak dan berbagai masakan yang akrab bagi lidah Indonesia.
Untuk pencari makan siang di CitraRaya, pesmol tenggiri bisa menjadi pilihan ketika ingin makan enak, mengenyangkan, dan tetap bersahabat dengan isi kantong.
Sebab makan siang yang baik tak harus datang dari restoran dengan lampu temaram dan daftar menu berlembar-lembar. Kadang cukup ikan goreng, bumbu kuning, nasi hangat—lalu sambal.
Jangan buru-buru berhenti pada suapan pertama. Dan, lezatnya masakan di Warung Nur Jamilah ini, tidak menggunakan micin apalagi MSG. (*






