KULINER — CitraRaya punya satu bakat yang sulit disangkal: membuat orang datang untuk membeli kopi, lalu betah, enggan beranjak, dan tidak sekadar karena obrolan belum selesai.
Kawasan Kota Mandiri itu memang semakin ramai oleh tempat makan dan kedai kopi. Dari ruang yang dibuat untuk bekerja sambil menyeruput kopi sampai tempat terbuka untuk bercengkerama, pilihan nongkrongnya cukup beragam.
Di sini, nongkrong bukan sekadar perkara kafein. Ia kadang menjadi terapi murah setelah seharian berurusan dengan kemacetan, pekerjaan, tugas sekolah, atau grup WhatsApp yang tidak mengenal kata selesai.
Berikut empat tempat yang bisa masuk daftar jalan-jalan santai di CitraRaya.
1. Teman Nongkrong: Namanya Saja Sudah Mengundang
Berada di kawasan Ruko Little Ginza, Jalan Citra Raya Boulevard. Konsepnya memang seperti namanya: tempat untuk bertemu dan mengobrol.
Dengan tidak terlalu merogoh isi kantong dalam-dalam, tempat ini cocok bagi mereka yang ingin ngopi tanpa merasa sedang mengikuti rapat direksi.
Nama “Teman Nongkrong” terasa jujur. Ia tidak menjanjikan revolusi kopi. Ia hanya menawarkan satu kebutuhan manusia yang kadang lebih penting daripada latte art: tempat duduk dan teman bicara.
Di sinilah filosofi ngopi ora kudu sugih menemukan bentuknya. Yang penting kopi datang. Obrolan jalan. Dompet jangan sampai menangis.
2. Pilona Coffee: Ketika Kopi Menjadi Alasan Bertemu
Berada di Ruko Grand Boulevard, CitraRaya. Kedai ini menawarkan suasana yang lebih khas kedai kopi. Pilona Cofee cocok untuk agenda yang sering disebut manusia modern sebagai “sebentar saja”.
Sebentar ngopi. Sebentar ngobrol. Sebentar buka laptop. Lalu tahu-tahu dua jam berlalu. Itulah penyakit kronis nongkrong. Jam dinding berjalan, tetapi manusia merasa baru duduk lima menit.
Bagi yang datang bersama kawan, tempat seperti ini punya fungsi sederhana: membuat pertemuan tidak terasa seperti pertemuan. Tidak ada agenda. Tidak ada notulen. Tidak ada kalimat, “Baik, kita lanjut ke poin berikutnya.” Yang ada hanya kopi dan cerita. Dan kadang, itu sudah cukup.
3. Danau Teduh Cafe: Nongkrong dengan Pemandangan
Kalau ingin sedikit menjauh dari suasana ruko, ada di kawasan Citra Raya Sport Club, Jalan Citra Raya Utama Timur. Namanya sudah memberi petunjuk: tempat ini menawarkan suasana yang lebih santai dengan elemen danau sebagai bagian dari lanskap.
Kafe semacam ini punya satu kelebihan: mata tidak terus-terusan bertemu dinding. Cocok untuk nongkrong bersama keluarga atau teman sambil mencari udara berbeda dari rutinitas.
Di tempat seperti ini, kopi bisa jadi pemain pendukung. Pemain utamanya justru suasana. Sebab ada kalanya manusia tidak membutuhkan nasihat. Ia hanya membutuhkan kursi, minuman, dan pemandangan yang tidak menagih pekerjaan.
4. De Laguna Cafe: Nongkrong di Ruang Terbuka
Bagi yang lebih suka suasana terbuka, bisa menjadi pilihan. Tempat ini mulai beroperasi pada 2025 dengan konsep open space bernuansa tropis. Area duduk semi-outdoor mengelilingi ruang terbuka, sementara suasana malam dilengkapi hiburan musik langsung pada waktu tertentu.
Konsep seperti ini cocok bagi mereka yang cepat bosan dengan empat dinding dan pendingin ruangan.
Menjelang malam, suasana nongkrong berubah. Lampu mulai menyala, obrolan menghangat, dan orang-orang perlahan melupakan bahwa besok masih ada pekerjaan.
Itulah keajaiban nongkrong. Tidak menyelesaikan masalah, memang. Tetapi setidaknya membuat masalah terasa bisa ditunda sampai besok.
CitraRaya dan Budaya Nongkrong
Menariknya, perkembangan tempat nongkrong di CitraRaya menunjukkan bahwa kawasan ini bukan lagi sekadar kawasan hunian dan pusat komersial. Ia mulai membentuk ruang sosialnya sendiri.
Ada yang datang untuk kopi. Ada yang mengejar konten. Ada yang bertemu teman lama. Ada pula yang sebenarnya cuma ingin keluar rumah supaya tidak terus mendengar suara notifikasi.
Tempat nongkrong akhirnya bukan hanya soal menu. Ia tentang suasana, percakapan, dan kesempatan untuk berhenti sejenak. Karena hidup di Tangerang kadang memang membutuhkan pit stop. Bukan karena mobil kehabisan bensin. Melainkan kepala yang mulai penuh.
Jadi, kalau akhir pekan tiba dan pertanyaan “mau ke mana?” kembali muncul, CitraRaya punya beberapa jawaban. Tinggal pilih: mau ngopi, ngobrol, cari suasana, atau pura-pura mengerjakan sesuatu sambil membuka laptop selama tiga jam. Yang terakhir biasanya paling laris. (*






