JEJAK KATA, Tangerang – Ada satu malam ketika batas negara seolah menghilang. Jutaan pasang mata tertuju ke lapangan hijau, sementara ruang keluarga, warung kopi, hingga alun-alun kota berubah menjadi tribun raksasa. Final Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang mempertemukan dua kekuatan sepak bola dunia: Argentina dan Spanyol.
Di Kabupaten Tangerang, euforia itu juga terasa. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah tak ragu mengungkapkan tim favoritnya. Menurutnya, Argentina memiliki modal yang cukup untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
“Saya jagokan Argentina. Prediksi saya 3-0,” ujar Indra Waspada, Minggu 19 Juli 2026.
Laga final yang akan berlangsung pada Senin 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB dipandang sebagai pertemuan dua filosofi sepak bola yang sama-sama matang. Di satu sisi ada Argentina dengan karakter permainan yang kokoh, disiplin, dan penuh determinasi. Di sisi lain berdiri Spanyol yang dikenal piawai menguasai bola melalui organisasi permainan yang rapi.
Bagi Indra Waspada, kekuatan Argentina bukan hanya terletak pada kualitas individu para pemainnya, tetapi juga pada mental bertanding yang terus teruji sepanjang turnamen. Tim asuhan Lionel Scaloni dinilainya mampu menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.
Namun, ia tak menganggap Spanyol sebagai lawan yang mudah ditaklukkan.
“Spanyol memiliki organisasi permainan yang sangat baik. Final ini pasti akan berlangsung menarik karena mempertemukan dua tim besar dengan tradisi sepak bola yang kuat,” katanya.
Atmosfer final Piala Dunia juga akan hadir di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar nonton bareng yang terbuka bagi masyarakat sebagai ruang berkumpul menikmati pesta sepak bola dunia.
Kapolresta dijadwalkan hadir bersama masyarakat menyaksikan pertandingan tersebut. Namun, di balik semarak sorak-sorai, ia menitipkan pesan sederhana yang tak kalah penting: menjaga ketertiban.
Ia mengimbau masyarakat yang mengikuti nonton bareng maupun menyaksikan pertandingan di rumah untuk tetap mengedepankan sportivitas, saling menghormati perbedaan pilihan tim, serta mengutamakan keselamatan ketika kembali ke rumah, terutama bagi pengguna kendaraan pada dini hari.
“Sepak bola adalah pemersatu. Jadikan final Piala Dunia ini sebagai hiburan dan momentum mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Di atas rumput hijau, hanya satu tim yang akan menjadi juara. Namun di luar stadion, kemenangan sesungguhnya adalah ketika ribuan pendukung dapat merayakan pertandingan dengan damai, menjadikan sepak bola bukan sekadar soal skor, melainkan bahasa universal yang menyatukan banyak orang dalam semangat sportivitas. (*






