Jejak KataWisata dan Kuliner

Mie Ayam 13 Cibodas: Ketika Mi Ayam Kawin dengan Chicken Katsu

×

Mie Ayam 13 Cibodas: Ketika Mi Ayam Kawin dengan Chicken Katsu

Sebarkan artikel ini
Kudapan mie ayam topping chicken katsu di Kedai Mie Ayam 13, Cibodas, Kota Tangerang | Foto: Dok. Istimewa

KULINER — Mi ayam sudah lama menjadi penyelamat perut sekaligus dompet. Harganya bersahabat, mudah ditemukan, dan nyaris tak pernah kehilangan penggemar. Namun, di Jalan Kameswara No. 16, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, semangkuk mi ayam mendapat teman baru: chicken katsu.

Namanya Kedai Mie Ayam 13. Di tangan Muhamad Fikri, pemiliknya, mi ayam tak sekadar bertahan dengan resep konvensional. Ia menyandingkannya dengan potongan ayam berbalut tepung renyah, menghadirkan perpaduan mi ayam dan katsu yang jarang ditemukan di kedai sejenis.

Fikri merintis usaha ini pada 2013. Angka 13 pun dipilih sebagai nama kedai, menjadi penanda perjalanan panjangnya mengolah mi dan melayani pelanggan.

Bekal Fikri bukan semata keberanian membuka usaha. Ia pernah menempuh pendidikan tata boga dan bekerja di restoran. Pengalaman itu menjadi dapur kecil tempat ia mengumpulkan pengetahuan, mencoba resep, dan mengembangkan racikan sendiri.

“Hal baru sekecil apa pun pasti saya catat dan coba di rumah,” kata Fikri. Ia mengaku respons pelanggan terhadap mi ayam racikannya membuat usaha tersebut bertahan hingga kini.

Menu di kedai ini tidak berhenti pada mi ayam chicken katsu. Ada yamin pedas, kwetiau goreng, nasi goreng, hingga dimsum untuk teman bersantap. Pilihan mi pun beragam, dari mi keriting sampai mi lebar.

Urusan harga, Kedai Mie Ayam 13 memasang tarif Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Chicken rice bowl dibanderol Rp 10 ribu, sedangkan mi ayam reguler dihargai Rp 12 ribu.

Kedai ini buka setiap hari, pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Informasi menu dan racikan terbaru bisa dilihat melalui akun Instagram @mieayam.13. (*

Di tengah persaingan kedai kuliner, Fikri tampaknya memahami satu perkara sederhana: mi ayam boleh klasik, tetapi urusan topping tak harus ikut-ikutan jadul. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *