Liputan

BLK Kota Tangerang Cetak SDM Juru Masak, Siap Tempur di Industri F&B

×

BLK Kota Tangerang Cetak SDM Juru Masak, Siap Tempur di Industri F&B

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Pelatihan Tata Boga bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di SMKN 3 Kota Tangerang, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten | Sumber: Dinsos Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang – Di sebuah dapur, suara minyak yang mulai mendesis sering kali menjadi pertanda lahirnya harapan baru. Dari talenan yang penuh irisan bawang hingga aroma rempah yang memenuhi ruangan, perjalanan menjadi seorang juru masak ternyata tak hanya soal meracik rasa. Ia juga tentang mengolah masa depan.

Pemerintah Kota Tangerang tampaknya memahami betul bahwa industri makanan dan minuman bukan lagi sekadar urusan perut. Sektor food and beverage (F&B) telah menjelma menjadi salah satu ladang ekonomi yang terus bertumbuh, membuka ribuan peluang kerja sekaligus melahirkan gelombang wirausaha kuliner baru.

Melihat peluang itu, Pemerintah Kota Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) membuka pendaftaran pelatihan berbasis kompetensi pengolahan makanan komersial pada 21–26 Juli 2026.

Bukan sekadar belajar menggoreng tanpa membuat dapur dipenuhi asap, peserta akan dibekali keterampilan memasak sesuai standar industri. Sebab, dunia kuliner hari ini menuntut lebih dari sekadar masakan yang enak. Kebersihan, efisiensi, penyajian hingga konsistensi rasa kini menjadi “bumbu wajib” bagi siapa pun yang ingin bertahan di dapur profesional.

Kepala BLK Kota Tangerang, Yasin Surya, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri F&B yang berkembang pesat di Kota Tangerang dan sekitarnya.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan mengolah makanan sesuai standar industri sehingga siap bekerja maupun merintis usaha kulinernya sendiri,” ujarnya, Rabu 22 Juli 2026.

Pelatihan akan berlangsung pada 28 Juli hingga 28 Agustus 2026 di BLK Kecamatan Larangan dengan kuota terbatas, hanya 16 peserta.

Jumlah itu memang tidak besar. Namun, seperti resep yang baik, kualitas sering kali lebih penting daripada kuantitas.

Peserta juga tidak pulang hanya membawa pengalaman mengaduk adonan atau mengatur api kompor. Mereka akan memperoleh pendampingan dari mentor profesional, uang transportasi selama mengikuti pelatihan, hingga sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)—selembar dokumen yang nilainya jauh lebih mahal daripada sekadar bingkai di dinding, karena dapat menjadi tiket memasuki dunia kerja.

Di tengah persaingan mencari pekerjaan yang semakin ketat, pelatihan semacam ini menjadi pengingat bahwa keterampilan adalah mata uang baru. Ijazah mungkin membuka pintu, tetapi kemampuanlah yang sering menentukan apakah seseorang dipersilakan masuk.

Pendaftaran pelatihan dapat dilakukan melalui aplikasi Tangerang LIVE, sementara informasi lebih lanjut tersedia melalui akun media sosial resmi Pemerintah Kota Tangerang, Dinas Ketenagakerjaan, dan BLK Kota Tangerang.

Barangkali, dari dapur sederhana di BLK Larangan itu, kelak akan lahir koki hotel, pemilik restoran, atau pengusaha kuliner yang membuat orang rela mengantre berjam-jam hanya demi sepiring makanan. Karena setiap hidangan besar, selalu berawal dari keberanian menyalakan kompor pertama. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *