Liputan

Kebakaran Meningkat Saat Kemarau, Kota Tangerang Ajak Warga Waspada

×

Kebakaran Meningkat Saat Kemarau, Kota Tangerang Ajak Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kota Tangerang memadamkan kebakaran pabrik karet di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Senin (22/6/26) lalu | Sumber: BPBD Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang — Langit Kota Tangerang tengah memasuki babak paling terik dalam siklus tahunan. Matahari yang menyengat bukan hanya mengeringkan tanah dan rerumputan, tetapi juga membuat bentang kota menjadi lebih rapuh terhadap api. Di musim kemarau seperti ini, percikan sekecil apa pun dapat berubah menjadi kobaran yang melahap lahan, tumpukan sampah, bahkan mengancam permukiman.

Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat 14 kejadian kebakaran, atau rata-rata tujuh peristiwa setiap hari. Sebagian besar terjadi di lahan kering, alang-alang, dan tumpukan sampah—ruang-ruang yang selama kemarau berubah menjadi bahan bakar alami.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa cuaca kering berpadu dengan kelalaian manusia menjadi pemicu utama meningkatnya insiden tersebut. Kebiasaan membakar sampah, membakar sisa tanaman, atau membuang puntung rokok sembarangan masih menjadi ancaman yang berulang setiap musim kemarau.

”Warga juga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang dipenuhi rumput kering atau tumpukan sampah. Api kecil yang muncul akibat kelalaian dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area di sekitarnya, terlebih saat cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang,” jelas Mahdiar, Senin 27 Juli 2026.

Api, pada dasarnya, tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Ia sering bermula dari bara kecil yang dianggap sepele. Ketika angin bertiup dan vegetasi mengering, bara itu dapat menjalar dengan cepat, meninggalkan jejak kerusakan yang sulit dihentikan.

Karena itu, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat untuk menjadikan kewaspadaan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Membersihkan rumput kering, mengurangi tumpukan sampah, serta menghindari pembakaran terbuka merupakan langkah sederhana yang mampu memperkecil risiko kebakaran sekaligus menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api. Dalam penanggulangan kebakaran, kecepatan sering kali menjadi pembeda antara insiden kecil yang terkendali dan bencana yang meluas.

”Apabila masyarakat melihat adanya kepulan asap atau titik api, diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan tidak meluas,” tandasnya.

Musim kemarau memang tidak dapat dihentikan. Namun, dampaknya dapat diperkecil ketika kesadaran tumbuh lebih cepat daripada api. Pada akhirnya, menjaga lingkungan tetap aman bukan hanya tugas petugas pemadam, melainkan ikhtiar bersama agar setiap sudut kota tetap menjadi ruang hidup yang terlindungi. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *