JEJAK KATA, Tangerang—Suara 16 kelompok paduan suara mengalun dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 8 Agustus 2026. Mereka bukan sekadar berlomba, tetapi menghidupkan kembali sebuah lagu yang menyimpan sejarah daerah.
“Jadikan bumi Tangerang yang patut kita banggakan, Satya Kerta Raharja.”
Lurah Mekar Bakti, Ucu Darsono, mengatakan bahwa lomba tersebut sekaligus bertujuan mengenalkan kembali Mars Kabupaten Tangerang kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat kemerdekaan sekaligus mengenalkan kembali Mars Kabupaten Tangerang kepada masyarakat,” ujarnya.
Lagu itu memiliki perjalanan panjang. Mars Kabupaten Tangerang lahir dari lomba cipta lagu yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang pada 1987. Karya Iyan Sofyan Syah atau Yan S. Wiradinata terpilih sebagai pemenang.
Pada 1991, lagu tersebut resmi menjadi bagian dari identitas daerah melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 7 Tahun 1991 tentang Hymne dan Mars Tangerang.
Yan S. Wiradinata bukan hanya pencipta lagu. Ia juga guru dan seniman yang mengabdikan 33 tahun hidupnya di dunia pendidikan. Pada 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Piagam Kehormatan atas pengabdiannya.
Ia juga pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Tangerang dan mendapat penghargaan atas kontribusinya terhadap seni budaya daerah. Pada 2007, kiprahnya membawanya ke Bangkok sebagai tamu kehormatan Raja Bhumibol Adulyadej dalam festival seni memperingati ulang tahun ke-80 sang raja.
Hampir empat dekade setelah diciptakan, mars itu kembali menemukan ruang di tengah warga.
Tangerang kini berubah cepat. Kawasan industri, permukiman, pusat perdagangan, dan jalan-jalan baru tumbuh mengikuti arus ekonomi dan penduduk. Namun pembangunan tidak hanya membutuhkan beton dan investasi. Ia juga membutuhkan ingatan.
Lomba paduan suara di Mekar Bakti menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga ingatan itu. Sebab sebuah daerah bukan hanya tentang apa yang dibangun hari ini, tetapi juga tentang apa yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dalam rangka menyambut perayaan kemerdekaan, warga Mekar Bakti mengingatkan satu hal: nasionalisme dapat dimulai dari tempat paling dekat—mengenal tanah sendiri, menghargai budayanya, dan bangga menyebutnya sebagai bagian dari Indonesia. Mars Kabupaten Tangerang pun kembali bergema. Kali ini, dari suara warga sendiri. (*







Wah keren, semoga semangat mengisi kemerdekaan semakin mempersatukan seluruh rakyat.