JEJAK KATA, Jakarta — Ada cara lain merayakan kemerdekaan selain memasang bendera dan mengikuti upacara, yaitu berlari. Minggu pagi, 9 Agustus 2026, sekitar 2.000 orang memadati kawasan Lippo Mall Nusantara, Semanggi, Jakarta Pusat.
Sebanyak 1.000 peserta memilih berlari 8,1 kilometer. Angka itu sengaja dipilih untuk menandai usia Republik Indonesia yang ke-81. Sisanya berjalan santai sejauh 5 kilometer.
Ajang bertajuk Run for Independence Day (RFID) 2026 itu membawa tema “Sehat, Kuat, Merdeka”. Alih-alih mengejar catatan waktu semata, lomba ini mencoba menjadikan olahraga sebagai cara kaum urban merayakan kemerdekaan.
“RFID lahir sebagai ruang bagi kaum urban untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda,” kata Ketua Panitia RFID 2026 Patricia Meilyn.
Lari memang sedang akrab dengan kehidupan kota. Sepatu olahraga menjadi perlengkapan rutin, sementara aplikasi penghitung langkah sibuk mencatat betapa rajinnya pemiliknya bergerak—atau setidaknya berjalan dari meja kerja ke kedai kopi.
RFID mencoba membawa kebiasaan itu ke jalan. Selain lomba lari dan jalan kaki, kawasan acara diisi pertunjukan musik dan bazar UMKM.
Bagi penyelenggara, olahraga bukan sekadar urusan berkeringat. Ada pesan tentang kebersamaan dan produktivitas yang hendak diselipkan dalam perayaan kemerdekaan.
Direktur Kelembagaan Garuda TV, Elly Husin, mengatakan RFID menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ketiga Garuda TV bertema “Mahayuga”. Media tersebut menjadi salah satu mitra kegiatan.
HP Indonesia juga mendukung acara ini melalui tema “One Nation, One Future, One HP”. Dukungan itu memperlihatkan bahwa lomba lari kini bukan hanya soal sepatu, nomor peserta, dan garis finis. Industri teknologi pun ikut berlari di belakangnya.
Pada akhirnya, 8,1 kilometer hanyalah angka. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah garis finis: apakah semangat hidup sehat berhenti bersama medali, atau ikut pulang ke rumah dan menjadi kebiasaan.
Kemerdekaan rupanya bisa dirayakan dengan cara yang cukup sederhana: menggerakkan kaki, berkeringat, lalu pulang dengan napas sedikit lebih teratur. (*






