JEJAK KATA, Tangerang — Beberapa detik pengibaran bendera bisa berlangsung singkat. Namun bagi 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang, tugas itu merupakan hasil dari latihan, disiplin, dan persiapan yang tidak sebentar.
Ke-54 anggota Paskibraka tersebut dikukuhkan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis, 13 Agustus 2026. Mereka akan bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Tugasnya sederhana jika dilihat dari jauh: mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih. Tetapi di lapangan, satu kesalahan kecil dapat menjadi perhatian banyak mata.
Maesyal meminta mereka menjalankan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab, tetapi tidak menjadikannya sebagai beban.
“Jangan terlampau dipikirkan. Tugas negara harus dijalankan penuh dengan seksama, tapi jangan menjadi beban,” kata Maesyal.
Menurut dia, perhatian masyarakat akan tertuju kepada Paskibraka ketika prosesi pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih berlangsung. Karena itu, kesiapan fisik dan mental menjadi penting.
Para anggota telah menjalani latihan kedisiplinan, kepatuhan, sikap, dan tata upacara. Menjelang hari pelaksanaan, Maesyal juga meminta mereka menjaga kesehatan dan cukup beristirahat.
Ia mengingatkan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar agenda tahunan. Tugas itu merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang membawa Indonesia menuju kemerdekaan.
Di balik barisan Paskibraka, ada pula orang tua yang menunggu dengan harapan. Maesyal meminta para anggota menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan Kabupaten Tangerang.
“Orang tua akan hadir menyaksikan tanggal 17 dengan penuh senyuman, penuh harapan dan doa,” ujarnya.
Kini latihan memasuki tahap akhir. Pada 17 Agustus nanti, 54 anak muda itu akan berdiri di hadapan publik. Gerak mereka akan singkat, tetapi maknanya jauh lebih panjang: menjaga Sang Merah Putih tetap menjadi simbol kemerdekaan. (*






