JEJAK KATA, Kota Tangerang — Lima puluh pelajar Kota Tangerang resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Mereka akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang, pada 17 Agustus.
Pengukuhan berlangsung di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 26 putri dan 24 putra mengikuti prosesi tersebut setelah melewati seleksi dan pemusatan latihan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan para anggota Paskibraka kini memasuki tahap akhir sebelum menjalankan tugas. Alih-alih menambah porsi latihan, pemerintah memberi mereka waktu istirahat penuh sehari menjelang upacara.
“Besok satu hari mereka istirahat total untuk memulihkan stamina, menjaga mental, serta konsentrasi agar pada 17 Agustus nanti siap tampil optimal,” kata Sachrudin.
Menurut dia, jeda latihan diperlukan agar kondisi fisik dan mental para pelajar tetap terjaga. Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua serta para purna Paskibraka yang terlibat dalam proses pembinaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan para anggota Paskibraka merupakan hasil seleksi dari SMA, SMK, dan MA di wilayah Kota Tangerang. Seleksi mencakup pengetahuan umum, kesamaptaan, hingga pemusatan latihan.
Dari seluruh proses tersebut, terdapat 60 pelajar yang terpilih. Sebanyak 50 orang ditugaskan di tingkat Kota Tangerang, sedangkan 10 lainnya menjadi bagian Paskibraka Provinsi Banten. Selain itu, 25 personel Paskibra disiapkan untuk bertugas di 13 kecamatan.
Wawan mengatakan pemantauan terhadap kondisi fisik dan mental anggota terus dilakukan hingga hari pelaksanaan upacara.
Di tengah persiapan itu, pengalaman pengukuhan menjadi penanda penting bagi para pelajar. Aurelia Zahra Ratifa, siswi SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang yang menjadi pemimpin upacara dalam prosesi pengukuhan, mengaku lega setelah melewati rangkaian seleksi dan latihan.
“Senang dan terharu bisa ada di titik ini,” kata Aurelia. Ia menyebut disiplin menjaga pola hidup serta dukungan doa orang tua membantunya bertahan melewati proses seleksi hingga pemusatan latihan.
Kini, tugas mereka tinggal menunggu dua hari. Setelah berbulan-bulan berlatih, tantangannya bukan lagi sekadar menghafal gerakan, melainkan menjaga konsentrasi ketika puluhan pasang mata menyaksikan Merah Putih dikibarkan.
Lima puluh pelajar Kota Tangerang resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Mereka akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang, pada 17 Agustus.
Pengukuhan berlangsung di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 26 putri dan 24 putra mengikuti prosesi tersebut setelah melewati seleksi dan pemusatan latihan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan para anggota Paskibraka kini memasuki tahap akhir sebelum menjalankan tugas. Alih-alih menambah porsi latihan, pemerintah memberi mereka waktu istirahat penuh sehari menjelang upacara.
“Besok satu hari mereka istirahat total untuk memulihkan stamina, menjaga mental, serta konsentrasi agar pada 17 Agustus nanti siap tampil optimal,” kata Sachrudin.
Menurut dia, jeda latihan diperlukan agar kondisi fisik dan mental para pelajar tetap terjaga. Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua serta para purna Paskibraka yang terlibat dalam proses pembinaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan para anggota Paskibraka merupakan hasil seleksi dari SMA, SMK, dan MA di wilayah Kota Tangerang. Seleksi mencakup pengetahuan umum, kesamaptaan, hingga pemusatan latihan.
Dari seluruh proses tersebut, terdapat 60 pelajar yang terpilih. Sebanyak 50 orang ditugaskan di tingkat Kota Tangerang, sedangkan 10 lainnya menjadi bagian Paskibraka Provinsi Banten. Selain itu, 25 personel Paskibra disiapkan untuk bertugas di 13 kecamatan.
Wawan mengatakan pemantauan terhadap kondisi fisik dan mental anggota terus dilakukan hingga hari pelaksanaan upacara.
Di tengah persiapan itu, pengalaman pengukuhan menjadi penanda penting bagi para pelajar. Aurelia Zahra Ratifa, siswi SMA Yuppentek 1 Kota Tangerang yang menjadi pemimpin upacara dalam prosesi pengukuhan, mengaku lega setelah melewati rangkaian seleksi dan latihan.
“Senang dan terharu bisa ada di titik ini,” kata Aurelia. Ia menyebut disiplin menjaga pola hidup serta dukungan doa orang tua membantunya bertahan melewati proses seleksi hingga pemusatan latihan.
Kini, tugas mereka tinggal menunggu dua hari. Setelah berbulan-bulan berlatih, tantangannya bukan lagi sekadar menghafal gerakan, melainkan menjaga konsentrasi ketika puluhan pasang mata menyaksikan Merah Putih dikibarkan. (*






