JEJAK KATA, Pandeglang — Pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda memasuki babak baru. KAL Anyer I.3-64 milik Lanal Banten menemukan life vest dan pelampung pinggang sekitar tiga mil dari titik terakhir keberadaan rombongan.
Kapal tersebut menemukan kedua benda saat menyisir perairan ke arah timur, tengah, kemudian utara mendekati Gunung Anak Krakatau. Setelah life vest terlihat, KAL Anyer mengubah haluan untuk memeriksa lokasi. Beberapa menit kemudian, pelampung pinggang ditemukan tak jauh dari titik pertama.
TNI Angkatan Laut masih mengonfirmasi temuan itu dengan unsur SAR lainnya. Belum diketahui apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan speedboat yang membawa lima jurnalis beserta kapten, anak buah kapal, dan pemandu yang hingga kini belum ditemukan.
Temuan ini datang setelah tim gabungan memperluas pencarian pada hari ketiga. Enam sektor dengan luas sekitar 2.483 nautical mile persegi disisir menggunakan kapal dan pemantauan udara.
TNI AL mengerahkan KRI Lo-924, KRI Kerambit-627, KRI Lemutu-881, serta kapal dari Lanal Banten dan Lanal Lampung. Helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 juga dikerahkan untuk mengawasi perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan bahwa seluruh kekuatan dikerahkan untuk menemukan delapan orang tersebut.
“Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.
Pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, potensi SAR, nelayan, dan masyarakat. Drone thermal serta peralatan SAR air turut digunakan.
Gelombang setinggi 2,5–4 meter dan angin sekitar 15 knot menjadi tantangan operasi. Temuan life vest dan pelampung pinggang kini menjadi petunjuk baru, meski belum cukup untuk memastikan keberadaan rombongan yang hilang. (*






