Jejak KataLiputan

Doa untuk Delapan yang Hilang di Selat Sunda, PFIJ: Bawa Mereka Pulang

×

Doa untuk Delapan yang Hilang di Selat Sunda, PFIJ: Bawa Mereka Pulang

Sebarkan artikel ini
FOTO: Dok. Istimewa

JEJAK KATA, Jakarta – Malam di Jakarta dipenuhi doa untuk delapan orang yang belum kembali dari Selat Sunda. Lima di antaranya jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan Gunung Anak Krakatau. Tiga lainnya adalah kru speedboat yang membawa mereka.

Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar doa bersama di belakang Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2026 malam. Ratusan jurnalis dari berbagai media berkumpul, menunggu satu kabar yang hingga kini belum tiba: mereka ditemukan selamat.

Rombongan itu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September sekitar pukul 14.00 WIB. Tujuannya kawasan Gunung Anak Krakatau. Sekitar 42 menit kemudian, komunikasi terakhir salah seorang anggota rombongan tercatat ketika titik lokasi dibagikan kepada rekannya di Lampung.

Sejak itu, Selat Sunda seperti menyimpan tanda tanya.

Lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan jurnalis lepas Donal Husni. Mereka bersama nakhoda, anak buah kapal, serta pemandu.

Tim SAR gabungan hingga Jumat masih menyisir perairan untuk mencari mereka. PFI sebelumnya meminta wilayah pencarian diperluas, termasuk ke sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau, seperti Pulau Sertung dan Pulau Panjang.

Di tengah derasnya kabar dari media sosial, keluarga dan rekan-rekan mereka membutuhkan sesuatu yang lebih pasti daripada potongan video atau unggahan yang belum terverifikasi. Setiap informasi mengenai pencarian harus berpijak pada keterangan Basarnas, kepolisian, dan otoritas terkait.

Doa di Bundaran HI malam itu bukan sekadar seremoni solidaritas. Ia menjadi pengingat tentang harga yang kadang harus dibayar seorang jurnalis ketika pekerjaan menuntutnya mendekati peristiwa.

Malam ini, para pewarta tidak sedang mengejar berita. Mereka menunggu berita tentang rekan mereka sendiri. Semoga delapan orang itu segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *