Liputan

Penyaluran Baru 49,86 Persen, Pemerintah Percepat Bantuan Beras

×

Penyaluran Baru 49,86 Persen, Pemerintah Percepat Bantuan Beras

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat di Kediri, Jawa Timur | Foto: Dok. Abimanyu

JEJAK KATA, Kediri — Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras di tengah musim paceklik. Hingga 10 September 2026, bantuan untuk periode Juli–September baru tersalurkan 49,86 persen dari total alokasi 1 juta ton beras bagi 33,2 juta penerima manfaat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung memantau penyaluran bantuan di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis, 10 September 2026.

Di desa itu, Perum Bulog menyalurkan 12 ribu kilogram beras kepada 400 Penerima Bantuan Pangan. Masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram sekaligus untuk jatah Juli, Agustus, dan September 2026.

Zulkifli mengatakan percepatan penyaluran merupakan salah satu strategi pemerintah menghadapi kenaikan harga pangan selama musim paceklik. Menurut dia, pemerintah menerima laporan mengenai kenaikan harga beras dan kesulitan sebagian masyarakat memperoleh bahan pangan pokok.

“Kita sebut ini gerak cepat bantu rakyat,” kata Zulkifli.

Pemerintah memprioritaskan penerima dari kelompok masyarakat dalam desil 1 hingga desil 4. Atas persetujuan Presiden, Perum Bulog diperintahkan mempercepat distribusi bantuan tersebut.

Program bantuan pangan juga dipastikan berlanjut hingga akhir tahun. Pemerintah menyiapkan tambahan 1 juta ton beras untuk bantuan periode Oktober–Desember 2026.

“Sudah disetujui Presiden, ini kita tambah,” ujar Zulkifli.

Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan tiga kebijakan untuk menahan tekanan harga. Sebanyak 1 juta ton beras SPHP akan digelontorkan untuk stabilisasi harga. Pemerintah juga menyiapkan 150 ribu ton SPHP jagung bagi peternak usaha mikro, kecil, dan menengah.

Langkah lainnya adalah melelang 380 ribu ton beras sebagai bahan baku industri tepung beras dengan harga minimal Rp11 ribu per kilogram.

Di Gogorante, penerima bantuan berasal dari sejumlah kelompok warga, antara lain pekerja ojek online dan anak yatim. Mereka menerima bantuan ketika pemerintah tengah mengejar ketertinggalan penyaluran bantuan pangan di tengah tekanan harga dan musim paceklik. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *