ESAI — Pagi hari Purbaya Yudhi Sadewa masih duduk sebagai Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen. Sore harinya, kursi bendahara negara sudah berpindah tangan.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin, 14 September 2026. Posisinya kemudian diisi Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Ironisnya, beberapa jam sebelum pelantikan Suahasil, Purbaya masih memaparkan kebijakan fiskal di hadapan Komite IV DPD RI.
Dalam rapat itu, Purbaya menyoroti dana pemerintah daerah yang masih mengendap di perbankan. Per 31 Agustus 2026, nilainya mencapai Rp195,2 triliun. Ia meminta pemerintah daerah mempercepat belanja agar uang tersebut menggerakkan ekonomi daerah.
Ada pula cerita lain yang membuat rapat terakhir Purbaya terasa ganjil. Saat tengah memberikan pemaparan, pimpinan sidang meminta dia mengecek telepon karena ada panggilan penting dari Istana.
Tak lama kemudian, babak baru dimulai.
Purbaya juga mengungkap hasil inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan di kawasan Pulogadung. Dari pemeriksaan itu, ia menyebut ada perusahaan yang memiliki kewajiban pajak sedikitnya Rp200 miliar. Menurut dia, angka tersebut bahkan bisa mendekati Rp1 triliun jika pemeriksaan dilakukan lebih mendalam.
Temuan itu, kata Purbaya, merupakan bagian dari upaya memperbesar penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak.
Namun sebelum strategi itu berkembang lebih jauh, pergantian terjadi.
Presiden Prabowo melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara pada Senin sore. Pergantian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjadi wakil Purbaya. Kini, dari kursi sebelah, ia naik ke kursi utama.
Prabowo memberi tugas kepada Suahasil untuk melanjutkan pengelolaan Kementerian Keuangan dengan menjaga APBN tetap kredibel dan dapat dipercaya, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.
Pagi tadi Purbaya masih berbicara tentang uang daerah yang mengendap dan penerimaan pajak. Sore harinya, ia menjadi nama dalam berita reshuffle. Di kabinet, rupanya jarak antara rapat terakhir dan kursi terakhir bisa hanya beberapa jam. (*
Oleh: Jejak Kata






