JEJAK KATA, Jakarta — Pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi bendahara negara. Bagi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, pekerjaan terbesar Suahasil Nazara justru menanti setelah pelantikan: memastikan uang negara benar-benar terasa manfaatnya.
Fauzi menyambut positif penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai Suahasil memiliki modal pengalaman yang cukup untuk mengelola kebijakan fiskal.
Namun, pengalaman panjang di Kementerian Keuangan tidak akan banyak berarti jika APBN hanya berakhir sebagai angka penyerapan anggaran.
“Yang paling penting bagaimana belanja negara semakin berkualitas, efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” kata Fauzi di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Pernyataan itu menempatkan kualitas belanja sebagai pekerjaan rumah utama Menteri Keuangan baru. APBN, dalam pandangan Fauzi, tidak cukup hanya dijaga agar defisit, penerimaan, dan pengeluarannya tetap terkendali. Anggaran juga harus mampu bekerja sebagai mesin ekonomi.
Artinya, ukuran keberhasilan belanja pemerintah bukan semata-mata apakah anggaran telah terserap, melainkan apa yang dihasilkan setelah uang tersebut dibelanjakan: apakah menggerakkan ekonomi, memperkuat daya beli, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fauzi menyebut Suahasil sebagai sosok yang prudent dan memahami seluk-beluk fiskal. Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan terbilang panjang. Ia pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan sejak 2019 menjadi Wakil Menteri Keuangan.
“Beliau sangat prudent, paham soal fiskal dan orang lama di Kemenkeu,” ujar Fauzi.
Latar belakang akademiknya juga kuat. Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia itu menempuh pendidikan hingga jenjang doktor di University of Illinois at Urbana-Champaign. Pengalaman sebagai akademisi dan birokrat fiskal diharapkan menjadi bekal menghadapi tekanan pengelolaan APBN.
Tetapi tantangan yang dihadapi Suahasil kini bukan berada di ruang kelas. Ia harus memastikan kebijakan fiskal diterjemahkan menjadi belanja yang punya efek nyata.
Fauzi berharap pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan negara, bukan sekadar pergantian pejabat.
“Kita berharap di bawah kepemimpinan beliau terjadi perubahan yang lebih baik, terjadi transisi keuangan, dan terciptanya belanja yang berkualitas,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Pengangkatan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97-P/2026 untuk melanjutkan masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. (*
Kini, tantangan Suahasil bukan hanya menjaga agar neraca fiskal tetap sehat. Ia dituntut membuat setiap rupiah APBN bekerja lebih keras—dari sekadar terserap menjadi berdampak.






