Seni dan Hiburan

Spektakuler! Ada Lukisan 11 Meter di Pameran Tunggal ‘The Last Limit’

×

Spektakuler! Ada Lukisan 11 Meter di Pameran Tunggal ‘The Last Limit’

Sebarkan artikel ini
Perupa Ari Susiwa Manangisi

“Bukan itu sejatinya sebagai insan yang menyakini campur tangan Tuhan. Tujuan berproses dijagad seni rupa sebagai laku ibadah kepadaNya,” ujar Ari membabar kredonya.

Menurut Ari yang gemar menulis dan membuat komik ini lewat proses mengamati benda-benda sebagai objek banyak mendapatkan pencerahan. Andai mau belajar membaca yang tersirat dari yang tersurat banyak sekali keteladanan dibalik objek nyata dan semesta.

“Semisal air berkelok bukan karena tebing-sementara air adalah balatentara yang paling digjaya, si pembawa hukuman dan keberkahan, dan banyak lagi simbol-simbol yang diperlihatkan di alam semesta ini. Semua itu yang mendorong untuk pembuktian sebagai keberanian mengatakan benar, karena itulah kebenaran sejati,” ujar Ari mencontohkan.

Karya Baru Seni Rupa

Menurut Ari Susiwa mengapa dirinya harus menyuguhkan karya baru di ruang seni rupa. Pasalnya, hidup terus bergerak. Ari melalui perjalanan bereksperimen dengan garis dan warna, menyadari dan menarik kesimpulan.

“Melukis dapat dimulai dari gaya Ekspresionis (energi) lalu Impresionis (kesan) baru diselesaikan dengan Naturalis, Realis atau berhenti sebagai sketsa dan terkadang berakhir menjadi abstrak -karena terlalu banyak energi dan ide yang hendak dikeluarkan,” ujar Ari berargumen.

Ari Susiwa mengaku ada keinginan yang sedikit memaksakan dalam menyiapkan karya di pameran ini, yaitu keinginan untuk bereksperimen dengan garis-garis, dengan memaksimalkan hingga batas fisik. Ari menadaskan garis-garis yang terbentuk hingga hari ini layaknya arsir yang membuat kecanduan, manakala garis tersebut membentuk ruang dan pencahayaan.

“Mengulang dan menggeluti garis-garis dengan pewarnaan transparan membawa semangat baru. Energi diri seolah mendapat asupan makanan. Yang membawa banyak kontemplasi diri dan semesta,” terangnya.

Menurut Ari karya-karya yang ditaja pada pameran ini baru sekelumit dan belum mengungkap tuntas. Ari mengistilahkan belum sebanyak tetes air di seluruh samudera, baru dua tiga tetes saja. Tetapi pembuktian memang harus dilakukan, apapun yang akan terjadi kemudian.

“Mana mungkin mulut kecil dari mahluk kecil, akan terdengar suara yang menggelegar.Mana mungkin kayu sejengkal dapat mengaduk lautan. Denagn rendah hati saya persembahkan pameran ini untuk publik. Silahkan diapresiasi, ” ujar Ari mengunci perbincangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *