Jejak KataSeni dan Hiburan

G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi

×

G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi

Sebarkan artikel ini
G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Justru Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi
G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Justru Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi

JEJAK KATA , Jakarta – Langkah Hana Financial Group menunjuk ikon K-Pop, G-Dragon, sebagai Brand Ambassador justru memicu gelombang protes dari para penggemar. Melalui gerakan Kpop4Planet, ribuan fans menyuarakan kekecewaan mereka atas keterlibatan Hana Bank dalam pendanaan industri nikel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, yang dinilai merusak lingkungan.

Pantauan Jejakkata.news di media sosial pada Kamis (29/1), unggahan promosi Hana Bank yang menampilkan G-Dragon dibanjiri komentar bernada protes. Fans menyoroti adanya kontradiksi antara citra modern sang artis dengan kebijakan investasi bank yang masih mendukung penggunaan energi kotor.

G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Justru Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi
G-Dragon Jadi Wajah Baru, Fans K-Pop Justru Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Nikel di Pulau Obi

Kekecewaan ini memuncak setelah perwakilan fans mengirimkan surat terbuka langsung ke kantor pusat Hana Bank di Seoul. Mereka menuntut transparansi atas pendanaan proyek nikel yang dijalankan oleh Grup Harita melalui PT Halmahera Jaya Feronikel.

“Kami mencintai musiknya, tapi kami tidak bisa diam melihat bank yang didukung idola kami justru mendanai proyek yang menggusur masyarakat adat dan mencemari laut di Pulau Obi,” tulis salah satu akun penggemar dalam sebuah unggahan Instagram yang kini viral.

Para aktivis lingkungan dari kalangan fans K-Pop ini menuding adanya praktik greenwashing. Pasalnya, meskipun nikel digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) yang diklaim ramah lingkungan, proses pengolahannya di Pulau Obi justru masih bergantung pada PLTU batu bara (captive coal).

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak lingkungan di Pulau Obi mencakup:

Pencemaran Sumber Air: Warga lokal melaporkan kesulitan akses air bersih akibat sedimentasi tambang.

Emisi Karbon Tinggi: Penggunaan PLTU batu bara skala besar untuk menyuplai energi pabrik peleburan nikel.

Ancaman Biodiversitas: Kerusakan ekosistem laut yang berdampak pada mata pencaharian nelayan setempat.

Melalui kampanye bertajuk “Hana, Bring K-Pop Not Coal”, para fans mendesak Hana Bank untuk segera melakukan divestasi dari energi fosil. Hingga berita ini diturunkan, tercatat lebih dari 160.000 partisipan global telah menandatangani petisi digital tersebut.

“Hana Bank seharusnya membawa pengaruh positif K-Pop ke Indonesia, bukan residu polusi dari industri nikel yang tidak bertanggung jawab,” pungkas pernyataan resmi Kpop4Planet di akun Instagram mereka.

Hingga saat ini, pihak Hana Bank Indonesia maupun kantor pusat di Korea Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan massa penggemar tersebut. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *