Liputan

Api Lebih Dulu Buka Lapak: Bakso, Roti dan Bengkel Ludes Jadi Arang

×

Api Lebih Dulu Buka Lapak: Bakso, Roti dan Bengkel Ludes Jadi Arang

Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar dari BPBD Kota Tangerang tidak kalah sigap dari kobaran si jago merah yang melalap kios baso, kios roti dan bengkel di Ciledug, Kota Tangerang | Dok. Pemkab Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang – Pagi seharusnya menjadi waktu para pedagang membuka harapan. Namun, Jumat 10 Juli 2026, di Jalan Sunan Giri, Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang, yang lebih dulu “buka usaha” justru si jago merah.

Ia datang tanpa undangan, tak mengenal jam operasional, dan jelas tidak membayar sewa kios.

Berawal dari sebuah kios bakso Malang, api kemudian bertingkah seperti pelanggan yang sedang kalap. Satu kios tak cukup. Ia menyantap warung roti dan kue, mampir ke bengkel, lalu menjalar ke mana-mana hingga meludeskan lima kios, satu rumah tinggal, dan satu rumah kontrakan.

Api memang makhluk paling demokratis. Ia tidak peduli pemiliknya pedagang bakso, penjual roti, atau tukang bengkel. Selama ada celah, semua diperlakukan sama.

Beruntung, yang bergerak lebih cepat bukan hanya kobaran api. Sebanyak 18 personel UPT Damkar dan Penyelamatan Korban Ciledug bersama Pos Pinang meluncur ke lokasi. Delapan personel Koramil 04 Ciledug ikut bergabung. Enam mobil pemadam dikerahkan untuk menghentikan amukan api sebelum kawasan itu berubah menjadi lautan bara.

Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan Korban Ciledug, Agio Soares, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 08.30 WIB. Satu jam kemudian, situasi berhasil dikendalikan.

“Laporan masuk sekitar jam 08.30 WIB dan pada pukul 09.30 WIB api sudah berhasil ditangani. Kurang lebih satu jam penanganan sudah kondusif,” ujar Agio.

Satu jam mungkin terdengar singkat di atas kertas. Namun bagi pemilik kios yang melihat tempat usahanya berubah menjadi arang, enam puluh menit itu terasa sepanjang umur cicilan yang belum lunas.

Kabar yang paling melegakan, tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kerugian harta benda memang tak sedikit, tetapi nyawa berhasil diselamatkan. Dalam setiap kebakaran, itulah kemenangan pertama.

Wadanramil 04 Ciledug, Lettu Isron, mengatakan personelnya langsung diterjunkan begitu menerima informasi kebakaran. Kerja sama antara Koramil dan petugas pemadam membuat kobaran api tidak sempat menjalar lebih jauh.

“Alhamdulillah berkat kecepatan dan kesigapan tim gabungan dari Koramil 04 Ciledug bersama rekan-rekan Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, api dapat segera dipadamkan dan korban nihil,” kata Isron.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa musuh terbesar sering kali bukan api, melainkan rasa, “Ah, cuma sebentar.”

“Cuma sebentar” meninggalkan kompor. “Cuma sebentar” pergi ke depan rumah. “Cuma sebentar” mengira semuanya aman. Kalimat sederhana itu tak jarang menjadi prolog sebuah kebakaran.

Karena itu, BPBD Kota Tangerang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat menggunakan kompor maupun peralatan memasak. Sebelum tidur atau meninggalkan rumah, pastikan api benar-benar padam. Sebab, api selalu bekerja dengan prinsip yang sama: ia tidak pernah menunggu manusia selesai lalai. Ia hanya menunggu kesempatan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *