Liputan

Bupati Tangerang Lepas Kontingen Jambore Nasional XII, Titip Nama Baik Daerah

×

Bupati Tangerang Lepas Kontingen Jambore Nasional XII, Titip Nama Baik Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat melepas kontingen peserta Jambore Nasional XII 2026 dari Kabupaten Tangerang | FOTO: Dok. Kominfo Kabupaten Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Pesan tentang nama baik daerah mengiringi keberangkatan kontingen Kabupaten Tangerang menuju Jambore Nasional XII 2026.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melepas kontingen tersebut di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam kesempatan yang sama, ia membuka Kemah Bakti Pramuka 2026.

Maesyal mengatakan peserta jambore telah melewati proses seleksi dan pembinaan. Karena itu, mereka diminta tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi membawa citra Kabupaten Tangerang dalam pertemuan Pramuka tingkat nasional.

“Jaga nama baik daerah. Tunjukkan nilai-nilai luhur, ketimuran, sopan santun dan semangat juang masyarakat Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal.

Ia juga meminta peserta menjaga kesehatan, mengikuti arahan pembina, dan membangun kekompakan. Jambore, menurut dia, seharusnya menjadi ruang untuk menambah pengalaman dan bertemu anggota Pramuka dari berbagai daerah.

“Jadikan Jambore Nasional ini sebagai sarana menambah pengalaman, menambah wawasan, serta menjalin persahabatan dengan saudara-saudara Pramuka dari seluruh pelosok Nusantara,” ujarnya.

Sementara Kemah Bakti Pramuka diarahkan tidak berhenti sebagai kegiatan berkemah. Maesyal meminta peserta menunjukkan keberadaan Pramuka melalui kegiatan sosial, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan membantu warga yang membutuhkan.

“Jadikan kegiatan kemah bakti ini sebagai wahana mempererat persaudaraan dan melatih kepekaan sosial. Pramuka harus menjadi pelopor kepedulian,” katanya.

Ia juga meminta pembina dan pimpinan kontingen mengutamakan kesehatan serta keselamatan peserta selama kegiatan.

Dua agenda itu pada akhirnya membawa pesan yang sama: Pramuka tidak cukup sibuk di dalam tenda. Ia juga dituntut hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Bagi kontingen Kabupaten Tangerang, perjalanan ke Jambore Nasional bukan hanya soal berkemah. Ada nama daerah yang ikut dibawa. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *