Liputan

Sukmajaya Jadi Penentu, Setda Singkirkan Binamarga lewat Drama Adu Penalti

×

Sukmajaya Jadi Penentu, Setda Singkirkan Binamarga lewat Drama Adu Penalti

Sebarkan artikel ini
FOTO: Dok. Istimewa

JEJAK KATA, Tangerang — Bola ternyata punya cara sendiri memilih pemenang. Setelah 90 menit plus babak tambahan waktu tak menghasilkan pemenang, pertandingan antara tim Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tangerang dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Binamarga dan SDA) harus diselesaikan dengan cara paling bikin jantung bekerja lembur: adu penalti.

Laga babak 16 besar Pekan Olahraga (POR) antar pegawai Pemkab Tangerang di Stadion Mini Tigaraksa, Rabu, 12 Agustus 2026, itu akhirnya menjadi milik Setda.

Sejak peluit awal berbunyi, kedua kesebelasan bermain terbuka. Setda lebih rajin mengusik pertahanan Binamarga. Tekanan itu berbuah gol pada babak pertama. Setda menutup 45 menit pertama dengan keunggulan 1-0.

Binamarga rupanya belum berniat pulang lebih awal. Pada babak kedua, serangan mereka mulai menemukan celah. Gol penyama kedudukan pun lahir. Skor berubah menjadi 1-1. Setelah itu, pertandingan berubah menjadi lomba kesabaran: peluang datang silih berganti, tetapi gawang kedua tim seperti sedang memasang papan bertuliskan “belum menerima tamu”.

Tim Setda Kabupaten Tangerang | FOTO: Dok. Istimewa

Peluit panjang berbunyi. Skor tetap 1-1. Babak tambahan waktu tak mengubah keadaan. Maka, nasib kedua tim diserahkan kepada titik putih—tempat keberanian, ketenangan, dan kadang-kadang keberuntungan bertemu dalam jarak 12 yard.

Binamarga mendapat giliran lebih dulu. Salah seorang eksekutornya gagal menaklukkan kiper Setda. Tendangannya ditepis.

Tekanan pun berpindah ke kubu Setda. Sukmajaya maju sebagai penendang terakhir. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan. Bola bersarang di gawang dan memastikan Setda menang 5-4. Setda pun melenggang ke perempat final.

Binamarga boleh kecewa. Namun dalam sepak bola, terutama setelah pertandingan berakhir di titik putih, terkadang perbedaan antara “pulang” dan “lanjut” memang hanya sejauh satu sarung tangan kiper. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *