Jejak KataLiputan

Jalan Suryadarma Dibelah Sementara, Arus ke Bandara Masuk Jalur Contraflow

×

Jalan Suryadarma Dibelah Sementara, Arus ke Bandara Masuk Jalur Contraflow

Sebarkan artikel ini
Spanduk pengalihan arus jalan di Jl. Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, Banten | FOTO: Dok. Diskominfo Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang — Pengendara yang melintas di Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, perlu sedikit mengubah kebiasaan. Selama rekonstruksi jalan berlangsung, satu ruas yang biasanya membawa kendaraan menuju Kota Tangerang kini dipakai untuk dua arah.

Pemerintah Kota Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan contraflow atau rekayasa lalu lintas lawan arah. Skema ini dibuat agar arus kendaraan tetap bergerak ketika sebagian ruas jalan digunakan untuk pekerjaan rekonstruksi.

Jalan Marsekal Suryadarma merupakan salah satu akses menuju kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Karena itu, pekerjaan jalan tak bisa sekadar memindahkan kendaraan ke bahu jalan lalu berharap lalu lintas berjalan seperti biasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, contraflow diterapkan secara kondisional selama proyek rekonstruksi berlangsung.

“Karena Jalan Suryadarma ini mempunyai dua ruas jalan, ruas jalan arah Kota Tangerang akan dibuka menjadi dua arah untuk memastikan arus lalu lintas tetap bisa berjalan,” kata Taufik, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dengan skema tersebut, kendaraan dari dua arah akan berbagi ruang pada satu ruas jalan. Di sinilah persoalan keselamatan menjadi lebih penting daripada sekadar kecepatan.

Pemkot Tangerang mengingatkan pengendara untuk memperhatikan water barrier dan traffic cone yang menjadi pembatas jalur. Pembatas tersebut tidak boleh dipindahkan atau dilewati sembarangan, kecuali atas arahan petugas.

Kecepatan kendaraan di jalur contraflow juga diminta dibatasi sekitar 30-40 kilometer per jam. Pengendara diminta tidak saling mendahului agar jarak antar kendaraan tetap aman.

Ada pula aturan sederhana yang kerap dianggap sepele: menyalakan lampu utama. Kendaraan diwajibkan menggunakan lampu utama, baik siang maupun malam, agar keberadaannya mudah dikenali oleh pengendara dari arah berlawanan.

Petugas juga akan bersiaga di sejumlah titik selama rekayasa lalu lintas berlangsung. Pengendara diminta mengikuti rambu sementara, petunjuk arah, dan instruksi petugas di lapangan.

Taufik mengimbau pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan selama pekerjaan berlangsung. Jadwal contraflow sendiri bersifat kondisional dan menyesuaikan tahapan proyek perbaikan atau rekonstruksi jalan.

Artinya, pengguna Jalan Marsekal Suryadarma bukan hanya perlu memperhatikan tujuan perjalanan, tetapi juga situasi jalan yang bisa berubah mengikuti pekerjaan konstruksi.

Rekayasa lalu lintas memang bukan solusi permanen. Ia hanya cara sementara agar pembangunan tidak sepenuhnya menghentikan mobilitas warga. Tantangannya adalah memastikan dua kepentingan berjalan beriringan: jalan yang diperbaiki dan kendaraan yang tetap harus bergerak.

Bagi pengendara, rumusnya sederhana: kurangi kecepatan, jangan memindahkan pembatas, nyalakan lampu, dan patuhi petugas.

Sebab di jalur yang untuk sementara dipakai dua arah, beberapa detik untuk lebih berhati-hati bisa jauh lebih berharga daripada beberapa menit yang dipaksakan untuk mengejar perjalanan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *