Jejak KataLiputan

BMKG Catat 1.111 Sambaran Petir, Terdeteksi di Banten hingga Jakarta

×

BMKG Catat 1.111 Sambaran Petir, Terdeteksi di Banten hingga Jakarta

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI | Foto: Dok. Istimewa

JEJAK KATA, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.111 sambaran petir dalam pemantauan real-time selama 30 menit terakhir pada Sabtu pagi, 3 Oktober 2026. Aktivitas sambaran petir terpantau di sejumlah titik di wilayah Banten, Jakarta, dan kawasan sekitarnya.

Data pada laman Sambaran Petir Real-time BMKG tersebut diperbarui sekitar pukul 06.30 WIB. Salah satu sambaran yang tercatat pada pukul 06.30.56 WIB memiliki kuat arus 4.849 Ampere. Sambaran itu berpolaritas negatif dan berjenis cloud to ground, atau petir yang menyambar dari awan ke permukaan bumi.

Petir Terdeteksi di Sejumlah Titik

Peta pemantauan BMKG memperlihatkan titik-titik sambaran petir tersebar di kawasan Banten hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya. Aktivitas tersebut terlihat di tengah prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan di sejumlah wilayah Banten pada hari yang sama.

Dalam prakiraan cuaca BMKG untuk Sabtu, 3 Oktober 2026, Kabupaten Lebak diprediksi mengalami hujan sedang dengan suhu 25–34 derajat Celsius. Hujan ringan berpotensi terjadi di Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Sementara Kota Serang dan Kota Cilegon diprakirakan berawan. Adapun Kabupaten Serang diprediksi mengalami cuaca cerah berawan.

Aktivitas petir dapat menyertai pertumbuhan awan konvektif dan hujan. Karena itu, kondisi cuaca di suatu wilayah dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Satu Sambaran Memiliki Arus 4.849 Ampere

Dalam rincian salah satu sambaran yang ditampilkan sistem BMKG, kuat arus tercatat 4.849 Ampere. Polaritas sambaran tersebut tercatat negatif, sedangkan jenis sambarannya adalah cloud to ground.

Jenis cloud to ground menunjukkan sambaran listrik yang terjadi antara awan dan permukaan bumi. Data ini merupakan bagian dari pemantauan sambaran petir secara real-time yang dilakukan BMKG.

BMKG menyatakan informasi pada laman tersebut merupakan data sambaran petir dalam 30 menit terakhir. Dengan sifat pemantauan real-time, jumlah dan lokasi sambaran dapat berubah mengikuti pembaruan data.

Masyarakat yang berada di wilayah dengan aktivitas petir diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan menghindari aktivitas di ruang terbuka ketika terjadi petir. Data terakhir diperbarui: Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar 06.30 WIB. (*


Sumber: BMKG, Sabtu, 3 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan