Jejak KataWisata dan Kuliner

Di Emperan Surya Indah Motor Cikupa, Mie Godok dan Angkringan Hadirkan Suasana Yogya

×

Di Emperan Surya Indah Motor Cikupa, Mie Godok dan Angkringan Hadirkan Suasana Yogya

Sebarkan artikel ini
Mie godok UMKM IKG di emperan Surya Indah Motor Cikupa, Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Cikupa memang identik dengan kawasan industri. Deru kendaraan dan kesibukan pekerja menjadi pemandangan sehari-hari. Namun pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, suasananya mendadak seperti bergeser ke Yogyakarta.

Di sebuah tempat di Jalan Raya Serang Km 16.8 Cikupa, tepat di depan bengkel eksesoris mobil Surya Indah Motor, aroma mie godok menguar dari tungku. Angkringan menyajikan makanan sederhana. Dari pengeras suara, alunan musik campursari mengisi udara.

Angkringan UMKM IKG di emperan Surya Indah Motor Cikupa, Tangerang

Suasana itu hadir dalam grand opening Angkringan dan Mie Godok Khas Gunungkidul, usaha milik Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) wilayah Kabupaten Tangerang.

Bukan sekadar tempat makan, angkringan ini menjadi salah satu usaha yang dirancang IKG untuk menggerakkan UMKM sekaligus menjadi sumber kas paguyuban. Di saat yang sama, kuliner khas Gunungkidul dibawa lebih dekat kepada warga Tangerang.

Pembina IKG wilayah Kabupaten Tangerang, Sukardiyo, mengatakan bahwa usaha tersebut merupakan langkah awal. IKG berencana membuka cabang di sejumlah wilayah lain, seperti Balaraja, Pasar Kemis, Curug, dan Panongan.

“Ini langkah awal. Ke depan akan kami buka di tempat-tempat lain,” kata Sukardiyo.

Ayam kampung menjadi salah satu bahan kudapan mie godok khas Gunungkidul

Suyanto, Ketua I IKG Pusat, juga mengungkapkan, pihaknya membuka peluang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengembangkan usaha tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum IKG, Ipda (Purn) Saimo, mengapresiasi terobosan pengurus IKG Kabupaten Tangerang. Ia berharap usaha tersebut berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Semoga usaha UMKM ini selalu diberikan kelancaran, laris manis. Kita doakan tidak hanya satu cabang. Satu menjadi dua, dua menjadi tiga, empat dan seterusnya,” ujar Saimo.

Mie godok UMKM IKG dimasak menggunakan arang

Di tengah Cikupa yang bergerak cepat oleh mesin industri, semangkuk mie godok, musik campursari, dan secangkir minuman hangat malam itu membawa sedikit suasana Gunungkidul ke Tangerang.

Angkringan dan Mie Godok Khas Gunungkidul ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Jadi, selepas matahari turun dan aktivitas kawasan industri mulai mereda, suasana Yogya itu kembali menyala di emperan SIM. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *