KULINER — Di tengah Kota Tangerang yang semakin padat, makan di restoran kini tak selalu sekadar perkara memilih menu. Ada keluarga yang membawa anak-anak, ada lansia yang membutuhkan akses lebih mudah, dan ada pengunjung disabilitas yang kerap harus berhadapan dengan tangga—musuh kecil yang kadang terasa besar.
Di Amanaia Alam Sutera, Jalan Jalur Sutera Nomor 2A, Kunciran, Pinang, gagasan itu diterjemahkan dalam ruang yang dibuat lebih inklusif. Restoran bernuansa tepi danau buatan ini menyediakan ramp untuk pengguna kursi roda, tata ruang satu lantai tanpa tangga, serta fasilitas peminjaman kursi roda.
“Setiap tamu, tanpa terkecuali, harus dapat menikmati momen kebersamaan dengan nyaman,” kata Manager Operasional Amanaia, Tjee Jonathan.

Di luar soal aksesibilitas, Amanaia menawarkan suasana makan keluarga dengan sentuhan rekreasi. Anak-anak dapat memberi makan ikan, bermain, atau mencoba wahana perahu di danau. Tarif naik perahu dipatok Rp20 ribu per orang, sementara anak berusia di bawah tiga tahun tidak dikenakan biaya.
Di meja makan, tentu saja, tersedia aneka kuliner Nusantara. Di sekelilingnya, ada ruang terbuka dan lanskap yang berusaha menghadirkan suasana pedesaan—meski kota, seperti biasa, tak pernah benar-benar jauh.
Amanaia Alam Sutera buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB. Dengan konsep kuliner, rekreasi keluarga, dan fasilitas yang lebih ramah disabilitas, restoran ini mencoba menawarkan sesuatu yang sederhana, tetapi sering luput dari perhatian: tempat bersantai seharusnya bisa dinikmati oleh lebih banyak orang.
Pengunjung dapat melakukan reservasi melalui akun media sosial resmi Amanaia atau layanan WhatsApp yang disediakan pengelola. (*






