JEJAK KATA, Pariaman – Laut di barat Pariaman bergerak pada Jumat, 11 September 2026, malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,8 pada pukul 20.08.11 WIB.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 34 kilometer barat Pariaman, Sumatera Barat. Episentrumnya berada pada koordinat 0,56 Lintang Selatan dan 99,84 Bujur Timur, dengan kedalaman 70 kilometer.
Getarannya dirasakan ringan. BMKG mencatat intensitas II MMI di Padang dan Pariaman. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang tergantung dapat bergoyang.

Tidak ada keterangan dalam data BMKG pada tangkapan layar tersebut mengenai potensi tsunami. Dengan kedalaman 70 kilometer dan magnitudo 3,8, gempa ini tercatat sebagai kejadian yang relatif kecil, meski getarannya tetap dirasakan di sejumlah wilayah.
Gempa di kawasan pesisir barat Sumatera bukan perkara baru. Wilayah ini berada di kawasan tektonik aktif sehingga aktivitas kegempaan menjadi bagian dari dinamika bumi yang terus bergerak.
Malam itu, angka-angka BMKG berbicara singkat: 3,8 magnitudo, 70 kilometer kedalaman, 34 kilometer dari Pariaman. Tidak besar, tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa di bawah laut Sumatera, bumi tak pernah benar-benar diam. (*






