Liputan

Pelari The Ultimate 10K dari Berbagai Daerah Disambut Culinary Day

×

Pelari The Ultimate 10K dari Berbagai Daerah Disambut Culinary Day

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Prokopim Kota Tangerang

JEJAK KATA, Kota Tangerang — Alun-Alun Ahmad Yani, berubah menjadi ruang jamuan terbuka. Aroma masakan bercampur dengan riuh warga dan peserta lomba yang datang dari berbagai daerah.

Sebelum sepatu lari menginjak aspal Kota Tangerang, ribuan peserta The Ultimate 10K Series Tangerang 10K 2026 lebih dulu diajak mencicipi kota lewat makanan.

Mereka disuguhi Culinary Day Kota Tangerang, gelaran yang dirancang sebagai welcoming event sebelum lomba 10K pada Minggu, 13 September 2026. Ajang tersebut dipersembahkan Harian Kompas dan Bank BJB.

Bagi Pemerintah Kota Tangerang, kedatangan ribuan pelari beserta pendamping bukan semata urusan olahraga. Mereka adalah tamu yang bisa mengenal kota melalui kuliner dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga bisa menjadi magnet wisata sekaligus lokomotif penggerak ekonomi warga,” kata Sachrudin.

Konsep itu terasa dalam Culinary Day. Para pelari tidak hanya datang untuk mengejar catatan waktu. Mereka mendapat kesempatan mencicipi sajian lokal, berkeliling stan UMKM, dan menikmati suasana kota sehari sebelum berlomba.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut hadir bersama rombongan pelari asal Bandung. Ia menilai perpaduan olahraga dan kuliner tersebut bisa menjadi model untuk menghidupkan ekonomi warga.

“Gelaran Culinary Day Kota Tangerang ini luar biasa meriah,” ujar Farhan.

Bagi Tangerang, pesta kuliner itu menjadi semacam kartu nama. Para pelari datang membawa nomor peserta dan target finish time. Mereka diharapkan pulang membawa cerita lain: tentang makanan, UMKM, dan keramahan kota.

Minggu pagi, giliran lintasan yang berbicara. Namun malam sebelum lomba, Tangerang memilih mengenalkan dirinya lebih dulu lewat cara yang paling mudah diterima siapa saja: sepiring makanan dan suasana kota yang ramai. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *