Liputan

Bupati Tangerang Siapkan Fasilitas Pengobatan Siswi Pengidap Penyakit Langka

×

Bupati Tangerang Siapkan Fasilitas Pengobatan Siswi Pengidap Penyakit Langka

Sebarkan artikel ini
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menjenguk Balqis Nafisa Salsabila | Foto: Dok. Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Penyakit langka yang diderita Balqis Nafisa Salsabila, 12 tahun, mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang turun tangan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendatangi rumah siswi kelas 6 SDN Bojong 1 itu di Kampung Cibadak, Desa Bojong, Kecamatan Cikupa, Jumat, 18 September 2026.

Balqis mengidap Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), penyakit yang memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf sebagai komplikasi jangka panjang akibat infeksi virus. Penyakit tersebut dideritanya sejak 2024. Ia sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit An-Nisa dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang.

Kunjungan Maesyal bukan sekadar agenda menemui warga sakit. Pemerintah Kabupaten Tangerang menjanjikan fasilitas pengobatan, sekaligus memangkas hambatan jarak dan biaya yang dihadapi keluarga Balqis.

Memindahkan Akses Fisioterapi

Maesyal mengatakan Balqis kini menjalani rawat jalan di rumah. Fisioterapi menjadi bagian dari perawatan rutin yang sebelumnya dilakukan dua kali seminggu di RS PON.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memfasilitasi kebutuhan pengobatan Balqis. Salah satu langkah yang disiapkan ialah mengalihkan layanan fisioterapi ke RSUD Balaraja, yang lokasinya lebih dekat dari rumah pasien.

“Nanti ada ambulans desa yang bisa dipakai mengantar-jemput Balqis saat menjalani fisioterapi di RSUD Balaraja. Mulai sekarang fisioterapinya bisa di RSUD Balaraja yang lebih dekat,” ujar Maesyal.

Rencana tersebut melibatkan pemerintah desa dan kecamatan. Maesyal mengaku telah berkomunikasi dengan kedua pihak untuk memastikan dukungan transportasi selama Balqis menjalani perawatan.

Kebijakan ini menempatkan akses layanan kesehatan sebagai persoalan yang perlu ditangani pemerintah. Bagi keluarga pasien dengan kebutuhan terapi rutin, jarak menuju rumah sakit bukan sekadar ukuran kilometer, melainkan juga persoalan transportasi dan biaya perjalanan.

Janji Pengobatan Tanpa Biaya

Selain transportasi, Maesyal menyatakan seluruh penanganan medis, vitamin, dan suplemen Balqis akan disediakan secara gratis.

Ia meminta keluarga segera melapor jika menemukan pungutan atau kendala administrasi dalam proses pengobatan. Camat setempat diminta menjadi jalur pengaduan apabila keluarga menghadapi persoalan biaya maupun tindakan lanjutan di rumah sakit.

“Kalau ada yang minta biaya, segera lapor dan jika terdapat kendala administrasi maupun biaya tindakan lanjutan di rumah sakit hubungi pak Camat,” kata Maesyal.

Pernyataan tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memastikan dukungan pengobatan tidak berhenti pada kunjungan pejabat. Namun, pelaksanaan fasilitas gratis, mekanisme pembiayaan, dan koordinasi antarinstansi tetap perlu dipastikan agar keluarga memperoleh layanan secara berkelanjutan.

Di hadapan Balqis dan keluarganya, Maesyal juga menyampaikan dukungan moral. Ia berharap siswi tersebut dapat terus menjalani pengobatan dan kembali bersekolah.

“Neng Balqis harus semangat dan keluarga harus tetap tegar dan ikhlas menghadapi cobaan. Nu penting terus usaha, kita juga doakan supaya Balqis segera sembuh dan bisa sekolah lagi,” ujarnya.

Bagi keluarga Balqis, langkah pemerintah kini diuji pada hal-hal praktis: tersedianya kendaraan, kesinambungan fisioterapi, serta kepastian biaya pengobatan. Sebab, dalam menghadapi penyakit langka, perhatian pemerintah baru bermakna ketika berubah menjadi layanan yang benar-benar sampai ke rumah pasien. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *