JEJAK KATA, Jakarta — Di zaman ketika kabar cuaca bisa kalah cepat dari kabar gosip, media sosial menjadi salah satu medan penting bagi lembaga pemerintah. BMKG rupanya cukup rajin bermain di lapangan itu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tersebut meraih penghargaan sebagai Institusi Pemerintah dengan Aktivitas Media Sosial Produktif dalam Iprahumas Award 2026.
Penghargaan itu diberikan Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) dalam rangkaian Konvensi Humas Pemerintah (KHP) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
Ketua Tim Hubungan Pers dan Media BMKG, Dwi Rini Endra Sari, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti upaya BMKG menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat. Media sosial, kata dia, tidak sekadar menjadi etalase lembaga, tetapi juga sarana meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan publik.
“Melalui berbagai kanal media sosial resmi, BMKG terus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat, peningkatan literasi, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem, gempa bumi, tsunami, serta berbagai fenomena hidrometeorologi dan geofisika lainnya,” ujar Rini.
Di ruang digital, pekerjaan humas memang tak lagi sebatas membuat siaran pers dan menunggu wartawan mengutipnya. Informasi harus berebut perhatian dengan video pendek, kabar viral, komentar warganet, hingga informasi yang belum tentu benar.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital, Marroli J. Indarto, mengatakan pranata humas pemerintah perlu ikut mengawal komunikasi sejak kebijakan dirumuskan hingga dijalankan. Pesan pemerintah, menurut dia, harus menarik, tepat sasaran, dan mampu bersaing di tengah banjir informasi.
“Pranata Humas harus menjadi orkestrator komunikasi yang terlibat sejak kebijakan dirumuskan hingga dilaksanakan,” tutur Marroli.
KHP 2026 mengusung tema “Transformasi Humas Pemerintah: Bersinergi dan Berdampak dalam Komunikasi Publik Indonesia”. Salah satu subtemanya adalah “Strategi Komunikasi sebagai Fondasi Humas Pemerintah yang Berdampak”.
Penghargaan untuk BMKG pada akhirnya bukan sekadar perkara jumlah unggahan. Di balik layar, ada pertarungan yang lebih penting: bagaimana informasi tentang hujan, gempa, tsunami, dan cuaca ekstrem benar-benar sampai kepada orang yang membutuhkan sebelum terlambat. (*
Sumber: BMKG






