Wisata dan Kuliner

Taman Dongeng WoW CitraRaya: Tempat Berlibur Sambil Menjelajahi Cerita Rakyat

×

Taman Dongeng WoW CitraRaya: Tempat Berlibur Sambil Menjelajahi Cerita Rakyat

Sebarkan artikel ini
Taman Dongeng hadir di Water World CitraRaya Tangerang | Foto: Dok. Widi Hatmoko

WISATA – Anak-anak mengenal dunia tidak selalu dari buku pelajaran. Kadang, mereka justru lebih mudah memahami arti kejujuran dari seekor kancil, belajar tentang keserakahan dari kisah Malin Kundang, atau mengenal keberanian melalui seorang gadis bernama Timun Mas.

Cerita-cerita itu hidup kembali di Taman Dongeng, salah satu area di World of Wonders Theme Park, CitraRaya, Kabupaten Tangerang. Di tempat ini, dongeng bukan sekadar cerita pengantar tidur. Tokoh-tokohnya hadir dalam bentuk patung dan diorama yang bisa dijelajahi bersama keluarga.

Bagi orang tua yang mencari alternatif liburan anak, kawasan ini menawarkan pengalaman berbeda. Anak-anak bisa bermain, berfoto, sekaligus mengenal cerita rakyat yang mungkin mulai jarang mereka dengar di rumah.

Ada sejumlah tokoh legendaris yang menjadi daya tarik Taman Dongeng.

Malin Kundang: Ketika Kesombongan Berujung Penyesalan

Diorama dongeng Malin Kundang di World of Wonders CitraRaya Tangerang | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Kisah Malin Kundang berasal dari Sumatera Barat. Cerita tentang seorang anak yang merantau untuk mengubah nasib, kemudian menyangkal ibunya setelah menjadi kaya raya.

Dalam dongeng yang populer di masyarakat, Malin akhirnya dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada orang tuanya.

Di Taman Dongeng, kisah ini dapat menjadi pintu masuk bagi orang tua untuk membicarakan arti menghormati orang tua, rendah hati, dan tidak melupakan asal-usul. Sebuah pelajaran yang kadang lebih mudah dipahami anak melalui cerita daripada nasihat panjang.

Timun Mas: Keberanian Menghadapi Raksasa

Legenda Timun Mas di World of Wonders CitraRaya Tangerang | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Berikutnya ada Timun Mas, cerita rakyat Jawa Tengah tentang seorang gadis yang harus menghadapi raksasa bernama Buto Ijo.

Dengan bekal sejumlah benda ajaib, Timun Mas berusaha menyelamatkan diri dari kejaran raksasa. Ia menggunakan kecerdikan dan keberanian untuk menghadapi bahaya.

Dongeng ini menyimpan pesan tentang keberanian, ketekunan, dan kemampuan mencari jalan keluar ketika menghadapi persoalan. Anak-anak juga bisa diajak memahami bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan berusaha menghadapi kesulitan.

Bawang Merah dan Bawang Putih: Kebaikan Tidak Selalu Datang dengan Cepat

Diorama legenda Bawang Merah dan Bawang Putih di World of Wonders CitraRaya Tangerang | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih mengisahkan dua saudara dengan sifat yang bertolak belakang. Bawang Putih dikenal baik hati dan sabar, sedangkan Bawang Merah digambarkan memiliki sifat iri dan serakah.

Konflik keduanya berakhir dengan pelajaran moral tentang ketulusan, kesabaran, dan akibat dari perilaku buruk.

Cerita ini menarik untuk menjadi bahan percakapan orang tua dengan anak. Misalnya, mengapa mengambil hak orang lain itu tidak baik, mengapa iri bisa merugikan diri sendiri, dan mengapa berbuat baik seharusnya tidak selalu mengharapkan imbalan.

Kancil dan Buaya: Kecerdikan Bukan untuk Menipu

Tokoh kancil sudah lama menjadi bagian dari khazanah fabel Nusantara. Dalam cerita Kancil dan Buaya, seekor kancil berusaha menyeberangi sungai yang dipenuhi buaya.

Dengan kecerdikannya, ia meminta para buaya berbaris seolah-olah akan dihitung. Kancil kemudian melompat dari satu punggung buaya ke buaya lainnya hingga berhasil mencapai seberang.

Cerita ini biasanya mengajarkan kecerdikan dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, orang tua juga bisa mengajak anak berdiskusi tentang batas antara kecerdikan dan memperdaya orang lain.

Ande-Ande Lumut: Mengenal Kesetiaan dan Ketulusan

Diorama Yuyu Kakang, salah satu tokoh dalam dongeng Ande-ande Lumut | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Ada pula kisah Ande-Ande Lumut, cerita rakyat Jawa yang berkaitan dengan legenda Panji.

Kisah ini bercerita tentang Pangeran Panji yang menyamar sebagai Ande-Ande Lumut. Ia menunggu kedatangan perempuan yang akan menjadi pilihannya. Dalam perjalanan cerita, Klenting Kuning menjadi sosok yang akhirnya menunjukkan ketulusan dan kesederhanaan.

Dongeng ini dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai kesetiaan, ketulusan, dan pentingnya menilai seseorang bukan semata-mata dari penampilan atau kekayaan.

Dongeng Sebagai Ruang Belajar Anak

Kehadiran Taman Dongeng di World of Wonders Theme Park CitraRaya bukan hanya soal menghadirkan tokoh-tokoh cerita rakyat dalam bentuk patung. Ada nilai pendidikan yang bisa dibawa pulang setelah anak-anak selesai bermain.

Mendongeng memiliki sejumlah manfaat bagi perkembangan anak. Aktivitas ini dapat membantu memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berbahasa, melatih daya imajinasi, serta mengembangkan kemampuan mendengarkan dan memahami alur cerita.

Cerita juga dapat menjadi sarana mengenalkan emosi dan nilai sosial. Anak belajar membedakan perilaku baik dan buruk, memahami akibat suatu tindakan, serta mengembangkan empati terhadap tokoh yang mengalami kesulitan.

Orang tua dapat memanfaatkan setiap diorama sebagai bahan percakapan. Tanyakan kepada anak siapa tokoh yang paling disukai, mengapa tokoh tertentu melakukan kesalahan, atau apa yang akan mereka lakukan jika berada dalam situasi serupa.

Dengan begitu, kunjungan wisata tidak berhenti pada kegiatan berfoto. Ada proses belajar yang berlangsung secara menyenangkan.

Taman Dongeng juga berpotensi menjadi lokasi kegiatan edukasi anak, seperti kunjungan sekolah, wisata literasi, kegiatan mendongeng bersama, pengenalan cerita rakyat, hingga lomba bercerita dan pertunjukan teatrikal sederhana.

Sekolah maupun komunitas pendidikan dapat menjadikan kawasan ini sebagai ruang belajar di luar kelas. Anak-anak tidak hanya membaca cerita dari halaman buku, tetapi juga mengenali karakter dan pesan moralnya melalui pengalaman langsung.

Wisata Keluarga di World of Wonders

Taman Dongeng merupakan salah satu pilihan area yang dapat dikunjungi keluarga di World of Wonders Theme Park, CitraRaya. Selain mengenalkan cerita rakyat, pengunjung juga dapat menikmati beragam wahana hiburan lain yang tersedia di kawasan taman rekreasi tersebut.

Berdasarkan informasi operasional yang disampaikan pengelola, World of Wonders buka setiap Sabtu hingga Kamis, pukul 09.00-17.00 WIB. Gerbang masuk terakhir ditutup pukul 15.00 WIB. Taman hiburan ini tutup setiap Jumat untuk pemeliharaan area dan wahana.

Ketentuan tiket juga perlu diperhatikan. Anak dengan tinggi badan 85 sentimeter atau lebih diwajibkan membeli tiket masuk reguler.

Untuk harga, tersedia program Bebas Main Sepuasnya dengan tarif Rp75.000 pada hari biasa dan Rp85.000 pada akhir pekan. Khusus pemegang KTP Banten, tarif promo yang diinformasikan adalah Rp65.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan.

Dengan konsep wisata yang memadukan permainan dan edukasi, World of Wonders bisa menjadi alternatif rekreasi keluarga di Tangerang. Apalagi, Taman Dongeng menawarkan kesempatan bagi orang tua untuk mengenalkan kembali cerita-cerita Nusantara kepada generasi yang lebih akrab dengan layar gawai.

Sebab, sebelum anak-anak mengenal tokoh-tokoh dari dunia animasi, ada baiknya mereka juga berkenalan dengan Malin Kundang, Timun Mas, Kancil, dan sederet tokoh dongeng yang telah lama hidup dalam ingatan masyarakat Indonesia. (*

Tinggalkan Balasan