Jejak KataLiputan

Dua Hari Dicari, Remaja Tenggelam di Sungai Cisadane Ditemukan Tak Bernyawa

×

Dua Hari Dicari, Remaja Tenggelam di Sungai Cisadane Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Tim Basarnas saat melakukan pencarian korban tenggelam di Cisadane | Foto: Dok. Humas Basarnas

JEJAK KATA, Kota Tangerang — Sungai Cisadane akhirnya mengembalikan jasad MA, 17 tahun, setelah pencarian berlangsung sejak Kamis dini hari, 1 Oktober 2026. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat, 2 Oktober, sekitar pukul 11.15 WIB.

MA ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi pertama kali dilaporkan tenggelam di Cisadane, tepatnya di sekitar Jembatan Grendeng, Kota Tangerang, Banten. Remaja itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 00.30 WIB.

Sejak laporan diterima, personel Kantor SAR Jakarta bersama tim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Cisadane. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet hingga radius sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

Upaya pencarian berlangsung di tengah arus sungai Cisadane dan luasnya area penyisiran. Hingga akhirnya, keberadaan korban ditemukan pada hari kedua operasi.

Jenazah MA kemudian dievakuasi dari Cisadane dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses selanjutnya sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan seluruh personel telah berupaya maksimal dalam operasi pencarian di Cisadane dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Sejak awal operasi, seluruh personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan serta mengikuti rencana operasi yang telah ditetapkan,” ujar Desiana.

Operasi pencarian korban tenggelam di Cisadane tersebut melibatkan unsur Kantor SAR Jakarta, kepolisian, TNI, PMI Kota Tangerang, TAGANA, pemerintah kelurahan, relawan ambulans, serta sejumlah komunitas dan organisasi SAR.

Pencarian yang sejak awal diarahkan untuk menemukan korban sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga itu berakhir setelah MA ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. (*

Tinggalkan Balasan