HeadlineWisata dan Kuliner

Dari Sop Ikan hingga Pecak Nila, Kedai Makcik Merawat Rasa Nusantara di Pinang

×

Dari Sop Ikan hingga Pecak Nila, Kedai Makcik Merawat Rasa Nusantara di Pinang

Sebarkan artikel ini
Menu andalan di Kedai Makcik | Foto: Dok. Istimewa

KULINER — Ada banyak cara menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebagian memilih mal, sebagian lagi mencari tempat makan yang bisa membuat orang duduk lebih lama, menambah nasi, lalu mengobrol tanpa buru-buru pulang. Di kawasan Pinang, Kota Tangerang, Kedai Makcik mencoba menawarkan pengalaman semacam itu lewat hidangan Nusantara.

Di meja makan, pilihannya bukan semata ayam goreng atau mi instan yang mudah dijumpai di mana-mana. Ada sop ikan dengan harga mulai Rp 30 ribu, sop iga Rp 35 ribu, ayam kampung serundeng, hingga pecak ikan nila yang membawa jejak cita rasa khas Betawi.

Kedai Makcik mulai beroperasi pada 17 Desember 2025. Pemiliknya, Didim Widim, ingin menjadikan rumah makan ini sebagai tempat bersantap sekaligus ruang berkumpul. Keluarga bisa datang untuk makan siang, sementara teman-teman dapat memanfaatkan tempatnya untuk berbincang sambil menikmati kopi.

“Kedai Makcik ini rumah makan yang di dalamnya terdapat makanan-makanan Nusantara,” kata Didim.

Salah satu menu yang ditawarkan adalah sop ikan. Bagi pencinta hidangan berkuah, menu ini menjadi pilihan untuk menikmati ikan dalam sajian hangat. Ada pula sop iga seharga Rp 35 ribu, yang mengandalkan racikan rempah seperti kapulaga, bunga lawang, dan cengkih.

Rempah-rempah itu bukan sekadar penghuni dapur. Dalam masakan berkuah, perpaduannya ikut membentuk aroma dan karakter rasa. Sop iga menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai hidangan dengan rasa rempah yang menonjol.

Bagi yang lebih suka lauk kering, ayam kampung serundeng bisa menjadi pilihan. Kedai Makcik menyediakan paket ayam kampung serundeng dengan nasi putih seharga Rp 38 ribu dan nasi jeruk Rp 40 ribu.

Paket tersebut dilengkapi tahu atau tempe, urap, sambal, dan lalapan. Satu piring menghadirkan beberapa unsur yang akrab dalam tradisi makan rumahan: lauk utama, sayuran, sambal, serta pelengkap yang membuat nasi terasa lebih menarik.

Ada pula pecak ikan nila, salah satu hidangan yang dekat dengan khazanah kuliner Betawi. Menu ini melengkapi pilihan masakan Kedai Makcik yang merangkum cita rasa dari sejumlah daerah, termasuk Sumatera dan Manado.

Dari meja makan ke waktu santai

Urusan makan rupanya bukan satu-satunya yang ditawarkan. Setelah menyantap hidangan utama, pengunjung bisa beralih ke minuman. Es timun serut, es jeruk, dan es teh manis tersedia untuk menemani makan. Sementara itu, pencinta kopi dapat memilih kopi arabika atau kopi brown sugar.

Aneka makanan ringan juga disediakan bagi pengunjung yang ingin bersantai tanpa memesan hidangan berat. Dengan begitu, kedai ini tak hanya menyasar mereka yang datang karena lapar, tetapi juga orang-orang yang ingin duduk dan bercengkerama.

Area makan dalam ruangan dilengkapi pendingin udara dan mampu menampung sekitar 50 orang. Kapasitas itu memungkinkan Kedai Makcik menjadi pilihan untuk makan bersama keluarga atau berkumpul dalam kelompok kecil.

Kedai Makcik beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, pukul 10.00–19.00 WIB. Pada Senin, rumah makan ini tutup.

Bagi warga yang ingin menikmati hidangannya tanpa datang langsung, pemesanan tersedia melalui GoFood dan ShopeeFood. Pengunjung juga dapat menghubungi admin di nomor 0858-9471-3109.

Kedai Makcik berada di Gang Kelurahan, RT 01/RW 03, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Sebelum berkunjung, calon pelanggan sebaiknya memastikan kembali petunjuk lokasi melalui kanal informasi kedai.

Pada akhirnya, daya tarik sebuah rumah makan bukan hanya terletak pada panjangnya daftar menu. Ada pula soal bagaimana hidangan disajikan, siapa yang duduk semeja, dan percakapan apa yang mengiringi suapan terakhir. Di Kedai Makcik, sop ikan, ayam kampung serundeng, dan pecak nila menjadi pintu masuk untuk menikmati kembali ragam rasa Nusantara dalam suasana bersantap bersama. (*

Tinggalkan Balasan