JEJAK KATA, Kota Tangerang – Di sebuah ruang kelas sederhana di SD Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, perjalanan besar itu dimulai. Bukan dari laboratorium canggih atau ruang riset berteknologi tinggi, melainkan dari rasa ingin tahu yang terus dipelihara setiap hari. Di sanalah Olivia Timothy menata langkah-langkah kecil yang kini mengantarkannya menjadi salah satu anak berprestasi di tingkat nasional.
Usianya baru menginjak 10 tahun. Namun, siswi kelahiran Tangerang, 1 Juli 2016 itu telah menorehkan jejak yang tak banyak mampu dicapai anak seusianya. Olivia bukan hanya berhasil mempertahankan predikat juara pertama di kelas secara berturut-turut sejak kelas 1 hingga kelas 5 SD, tetapi juga mengoleksi berbagai medali emas dan perak dalam kompetisi matematika serta sempoa tingkat nasional.
Puncak perjalanan itu datang ketika namanya diumumkan sebagai penerima Anak Indonesia Awards 2026 Kategori Sains dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sebuah penghargaan yang menjadi pengakuan atas ketekunan, kerja keras, dan kecintaannya terhadap dunia ilmu pengetahuan.
Di balik setiap medali yang berkilau, tersimpan cerita tentang kebiasaan sederhana: belajar dengan disiplin, mengasah logika, dan memelihara rasa penasaran. Bagi Olivia, matematika bukan sekadar kumpulan angka. Sains bukan sekadar pelajaran di buku. Keduanya adalah ruang untuk memahami dunia melalui cara berpikir yang runtut dan penuh tantangan.
Orang tua Olivia, Yosi, menyebut keberhasilan putrinya bukan lahir dari tekanan, melainkan dari suasana belajar yang menyenangkan.
“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat ketekunan serta semangat belajar Olivia. Kunci utama dari rentetan prestasi ini adalah konsistensi, rasa ingin tahu yang tinggi, serta disiplin belajar yang dibangun dengan rasa bahagia tanpa paksaan,” ujarnya.
Pernyataan itu seolah mengingatkan bahwa prestasi anak bukan semata hasil latihan yang keras, melainkan buah dari lingkungan yang memberi ruang untuk bertumbuh. Ketika anak diberi kesempatan bertanya, mencoba, bahkan gagal, rasa ingin tahunya justru berkembang menjadi kekuatan.
Deretan prestasi Olivia menjadi bukti bahwa bibit-bibit ilmuwan Indonesia dapat tumbuh di mana saja. Dari sekolah dasar di sudut Kota Tangerang, ia mampu bersaing dalam berbagai ajang nasional dan membawa pulang medali demi medali.
Meski demikian, keluarga tidak ingin pencapaian itu menjadi tujuan akhir. Mereka berharap penghargaan yang diraih menjadi bekal untuk membentuk karakter yang lebih besar daripada sekadar prestasi.
“Sebagai orang tua, kami akan terus mendampingi, memfasilitasi minatnya di bidang sains dan matematika, serta mendoakan agar Olivia selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan bermanfaat bagi sesama,” kata Yosi.
Harapan serupa juga datang dari pihak sekolah. Perjalanan Olivia diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk menemukan potensi terbaiknya. Sebab, setiap anak memiliki jalannya masing-masing menuju keberhasilan.
Di tengah tantangan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia, kisah Olivia menjadi pengingat bahwa investasi terbesar bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga menumbuhkan budaya belajar yang sehat, rasa ingin tahu yang tak pernah padam, serta dukungan keluarga dan guru yang berjalan beriringan.
Jejak Olivia mungkin baru dimulai dari sebuah ruang kelas di Cipondoh. Namun, seperti banyak kisah besar dalam dunia sains, perjalanan itu selalu berawal dari satu pertanyaan sederhana yang dijawab dengan ketekunan. Dan dari langkah-langkah kecil seorang anak, harapan tentang masa depan Indonesia yang lebih cerdas perlahan menemukan bentuknya. (*






