JEJAK KATA, Tangerang—Tak semua kecelakaan di jalan raya diawali bunyi rem yang memekakkan telinga. Sore itu, yang lebih dulu terdengar justru suara “bruk“, karung, disusul butiran gabah yang berhamburan, seolah perjalanan menuju lumbung terhenti di pinggir jalan.
Begitulah peristiwa yang terjadi sore itu, Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, di Jalan Raya Mekar, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Panongan.
Sebenarnya, tidak sedang dilanda kemacetan panjang atau kejar-kejaran pelaku kejahatan. Namun, beberapa kendaraan melambat justru karena ada seorang pengendara sepeda motor yang kehilangan keseimbangan saat membawa muatan gabah.
Motor beserta pengendaranya terguling ke semak di pinggir jalan. Karung-karung gabah yang semula terikat rapi berubah menjadi pemandangan yang membuat siapa pun mafhum: mencari nafkah memang kadang lebih berat daripada sekadar menghidupkan mesin kendaraan.
Kebetulan, di lokasi melintas mobil patroli Polsek Panongan. Kanit Patroli Ipda Akhmad Suhaeri bersama Bhabinkamtibmas Desa Mekar Jaya Aipda Habibi yang sedang berpatroli memilih menekan pedal rem, bukan pedal gas. Patroli yang biasanya mencari potensi gangguan keamanan mendadak berganti misi. Bukan mengejar pelaku kriminal, melainkan mengejar gabah yang telanjur berserakan.
Keduanya bersama sejumlah warga turun tangan mengangkat sepeda motor dari semak-semak, memunguti kembali karung-karung gabah, lalu memastikan pengendaranya tidak mengalami luka serius. Setelah semuanya kembali tertata, pengendara itu akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi selalu hadir, bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika warga membutuhkan pertolongan. Hal-hal sederhana seperti membantu pengendara yang mengalami kesulitan merupakan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat,” ujar Ipda Akhmad Suhaeri.
Hal senada disampaikan Aipda Habibi. Menurut dia, tugas Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir ketika warga menghadapi persoalan sehari-hari.
“Membantu warga yang mengalami musibah di jalan merupakan bentuk kepedulian sekaligus pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Beberapa warga yang menyaksikan kejadian itu ikut membantu memindahkan gabah dan mengevakuasi sepeda motor. Mereka mengaku mengapresiasi respons cepat para anggota polisi yang kebetulan melintas di lokasi.
Di tengah derasnya kabar tentang kriminalitas, konflik, atau pelanggaran hukum, peristiwa kecil semacam ini mungkin tidak akan mengubah dunia. Gabah yang tercecer memang tidak sebanyak anggaran negara, dan sepeda motor yang terguling bukan perkara yang mengguncang republik.
Namun, bagi pemiliknya, beberapa karung gabah itu barangkali adalah isi dapur untuk beberapa hari ke depan. Dan bagi orang yang sedang tertimpa kesialan di pinggir jalan, uluran tangan yang datang tepat waktu sering kali jauh lebih berharga daripada sirene yang meraung kencang. (*






