JEJAK KATA, Tangerang — Di meja Posyandu, urusan kesehatan balita tak berhenti pada penimbangan berat badan. Di sana, pertumbuhan anak dipantau, orang tua mendapat edukasi, dan tanda-tanda masalah gizi diupayakan terdeteksi sebelum terlambat.
Persoalan itu kembali menjadi perhatian dalam program kerja sama Forum Kader Posyandu Kabupaten Tangerang dan Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan tersebut bersama kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah dan perwakilan dunia usaha.
Intan mengatakan pemerintah daerah tak mungkin bekerja sendirian.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak bisa bekerja sendirian.”
Kolaborasi, kata dia, diperlukan untuk memperluas penanganan persoalan kesehatan anak, termasuk stunting.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang per Juli 2026 menunjukkan masih ada anak yang terindikasi stunting di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Curug tercatat sekitar 448 anak, sedangkan di Kelapa Dua sekitar 344 anak.
Angka itu menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan tidak muncul kasus baru sekaligus mendorong anak yang telah terindikasi stunting agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita berharap sampai akhir masa jabatan, stunting bisa turun sampai zero stunting,” ujar Intan.
Dalam kegiatan itu, TMD LippoLand menyerahkan sejumlah bantuan untuk Posyandu, antara lain timbangan balita, seragam kader, susu, makanan tambahan, bubur kacang hijau, pisang dan biskuit.
Perwakilan TMD LippoLand, Darwin, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung upaya pemerintah menekan stunting sekaligus memperkuat layanan Posyandu di sekitar kawasan perusahaan.
“Kami berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain,” katanya.
Perusahaan menargetkan bantuan menjangkau 20 hingga 30 Posyandu dan membuka peluang diperluas hingga 40 Posyandu di sekitar Lippo Village dan Park Serpong.
Bagi pemerintah daerah, bantuan itu bukan sekadar soal paket makanan atau peralatan penimbangan. Posyandu tetap menjadi salah satu titik penting dalam mendeteksi persoalan kesehatan anak sejak dini.
Intan meminta para kader tidak menganggap pengabdian mereka sebagai pekerjaan kecil.
“Setiap anak yang tumbuh sehat dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader,” ujarnya.
Target zero stunting kini tinggal diuji oleh kenyataan di lapangan: seberapa konsisten kolaborasi itu berjalan setelah bantuan diserahkan dan acara selesai. (*






